"Pada dasarnya akan mengembangkan mobil listrik yang bisa menampung banyak orang, sasarannya bisa jadi ke MPV," kata Dosen Desain Produk Institut Teknologi Bandung, Yanes Martinus Pasaribu saat ditemui detikOto.
Dijelaskannya, Kementerian Pendidikan Nasional menargetkan kalau pengerjaan mobil listrik nasional ini selesai pada tahun 2014. Semuanya akan dibuat sendiri dan tanpa menggunakan dari komponen lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima Universitas Negeri yang tergabung dalam proyek ini adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan UNS.
Sebelumnya ITS sudah membuat mobil listrik yang dinamakan EC ITS.
EC ITS menggunakan tenaga listrik dengan piranti baterai berdaya 20 kwh.
Untuk kecepatan maksimumnya sendiri bisa mencapai 150km/jam. Meski begitu, proses mengisi baterai (charging) membutuhkan waktu 9 hingga 10 jam dengan daya listrik sebesar 5 A/220 Volt
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?