Padahal sudah banyak bermuncurlan mobil-mobil nasional, tapi tak satupun mendapatkan 'uluran tangan' dari pemerintah, yang ada mobil nasional itu dianak tirikan oleh pemerintah.
Pengamat Otomotif Suhari Sargo pun mengatakan hal seperti itu. Menurutnya pemerintah itu tidak memiliki keseriusan dalam mengembangkan mobil nasional dan mobil listrik nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhari menjelaskan lebih dalam kalau pemerintah juga tidak fokus dan tidak adanya koordinasi antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Sebagai contoh dalam pengembangan mobil listrik yang dikembangkan oleh 5 Universitas Negeri.
"Disitu juga tidak ada koordinasi, masing-masing Universitas tidak difokuskan harus mengerjakan hal ini atau hal itu, semuanya sama-sama melakukan riset masing-masing," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat Desain Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yanes Martinus Pasaribu yang juga berkecimpung dalam pembuatan mobil listrik nasional yang diadakan oleh Diknas.
Ia mengatakan kalau dalam pembuatan mobil listrik nasional juga pemerintah tidak terlalu ikut campur. Jadi ke-5 Universitas Negeri yang ikut andil diberikan riset masing-masing, bahkan target yang sudah dicanangkan kalau tahun 2014 mobil listrik ini selesai, diyakininya tidak akan rampung.
"Belum ada koordinasi yang fokus jadi mereka mengembangkan masing-masing. Tidak ada sinergi antar 5 Universitas itu," pungkasnya.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak