Mitsubishi Usulkan Upah Tahun Ini Naik 10 Persen

Mitsubishi Usulkan Upah Tahun Ini Naik 10 Persen

- detikOto
Rabu, 16 Okt 2013 16:37 WIB
Mitsubishi Usulkan Upah Tahun Ini Naik 10 Persen
Citeureup - Serikat pekerja mencoba mendesak para pengusaha untuk menaikkan Upah Minimun Provinsi (UMP) dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 3,7 juta per bulan. Namun PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengusulkan kenaikan UMP tahun ini naik 10 persen.

Pernyataan itu dilontarkan langsung oleh Director of Administration & Human Resources Division Wisnu Wardhana di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citereup, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2013).

"Bulan depan harus segera diputuskan, kalau kami mengusulkan lewat Gaikindo naik 10 persen. Ini juga berdasarkan inflasi tahun ini yang berkisar 8 hingga 9 persen," kata Wisnu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, pada awal tahun ini Pemprov DKI Jakarta tengah menetapkan standar UMP baru menjadi Rp 2,2 juta per bulan.

"Kami juga sudah memberlakukan UMP yang baru ini ke semua karyawan atau buruh kami," tuntasnya.

Namun buruh pun kembali meminta kenaikan gaji hingga Rp 3,7 juta per bulan di 2014.

Turnover Kecil, Kami Masih Perusahaan yang Sehat

Turnover atau keluar-masuk karyawan dalam sebuah perusahaan di setiap industri khususnya otomotif berbeda-beda. Seperti PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) yang mengaku turnover-nya masih tergolong kecil.

Director of Administration & Human Resources Division Wisnu Wardhana mengatakan kalau Mitsubishi masih tergolong kecil dan berbeda dengan pabrikan lainnya yang angkanya sudah lebih dari 2 persen.

"Di kami turnover masih sekitar 2 perse-an, kalau sudah 5 persen itu baru mengkhawatirkan. Kita masih menjadi perusahaan yang sehat," kata Wisnu di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citereup, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2013).

Sebagai contoh dalam Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang sudah dinaikan menjadi Rp 2,2 juta per bulan sudah diterapkan oleh Mitsubishi kepada karyawan-karyawannya.

Ditambahkan Wisnu, saat ini KTB mempekerjakan 720 orang karyawan dan komposisinya 90 persen berasal dari lokal (Indonesia) dan 10 persennya ekspatriat.

"Kalau ekspatriat itu biasanya digilir bergantian, misalnya setiap berapa tahun sekali mereka dipindahkan lagi ke Jepang dan sebaliknya," tutup Wisnu.
(ady/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads