Seperti dilansir BBC, Rabu (16/10/2013) pemerintah Jerman mengajak mitra Uni Eropa untuk menunda aturan pengetatan emisi CO2 mobil yang beredar di Eropa.
Dalam aturan yang disetujui bulan Juli lalu, Uni Eropa menginginkan kendaraan memiliki kadar emisi CO2 sebanyak 95 gram per km. Target ini harus tercapai di 2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pimpinan German Green Party MEP, Rebecca Harms, menuduh Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai perusak proses demokrasi Uni Eropa, karena persetujuan 2020 telah disepakati antara Parlemen Eropa dan anggota dewan Uni Eropa.
"Hal ini memalukan bagi industri mobil dan akan memperlambat berkembangnya teknologi baru untuk efisiensi dan mengurangi polusi mobil," kata Harms.
Pembatasan emisi adalah bagian dari kendali Uni Eropa untuk membuat Eropa menjadi kawasan rendah emisi karbon dioksida dan mengurangi dampak dari perubahan iklim.
Dalam sebuah laporan baru, Badan Lingkungan Eropa (EEA) mengatakan lebih dari 90% dari penduduk kota Eropa yang terkena partikel-partikel yang paling berbahaya dalam polusi udara seperti PM dan O3.
Di bawah proposal Jerman, target 95 g CO2 akan dihapus. Hal itu akan berlaku untuk 80% dari mobil pada 2020, dan untuk semua mobil pada 2024.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?