Namun ternyata, bila konsumen masih membandel menggunakan bensin bersubsidi, garansi mesin mobil bisa melayang.
Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rio Sanggau menjelaskan kalau pihaknya telah mengedukasi konsumen, terutama konsumen Daihatsu Ayla untuk menggunakan bahan bakar Ron 92 sekelas Pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, karena tidak ada yang bisa mengontrol semua mobil harus pakai Premium atau Pertamax cukup sulit juga. Tapi, kalau dikemudian hari ada masalah dengan mesin dan kalau kita teliti dan terbukti itu terjadi karena bahan bakar, garansi tidak berlaku," kata Rio.
"Kalau pengalaman Daihatsu sendiri memang sangat sedikit orang mengeluhkan kerusakan mesin karena masalah bahan bakar. Tapi tetap saja, kalau nanti ada pengguna Ayla yang mesinnya bermasalah dan kita teliti dan buktikan itu karena masalah mesin, ya sudah, tidak dicover. Tapi itu sepertinya bakal sangat jarang ya," lugas Rio.
Mobil murah Daihatsu Ayla sendiri sudah resmi dijual dengan harga mulai dari Rp 76 jutaan hingga Rp 106 jutaan. Hadir sebagai produk low cost and green car (LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan, Ayla diklaim memiliki komponen lokal sebanyak 84 persen.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar