"Pendirian TTC juga dilandasi oleh semangat Kaizen (Continous Improvement) dan upaya untuk memberikan layanan terbaik sehingga pelanggan merasakan the best total ownership experience," kata President Direktur TAM, Jonny Dharmawan.
TTC merupakan divisi khusus di Toyota Indonesia yang memiliki peranan dalam pengembangan kualitas seluruh SDM Toyota dari segi kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep Toyota Training Center sudah mulai dikembangkan sejak 2007, melalui study yang komprehensif dari masing-masing fungsi training yang ada di Toyota.
Konsep tersebut meliputi jenis training yang akan diselenggarakan, perhitungan jumlah peserta training, hari training, ruang kelas, fasilitas, alat dan kelengkapan, instruktur yang dibutuhkan, serta alternatif lokasi yang paling memungkinkan. Dan menghabiskan dana hingga Rp 100 miliar untuk bangunan diluar tanah.
TTC resmi dibentuk pada Mei 2012 yang merupakan proses merger fungsi training dari tiga divisi, yaitu Sales division, Technical Service Division, dan MPCR Division. Di Cibitung Jawa Barat, dengan gedung seluas 1,4 hektar diatas lahan seluas 2,25 Hektar yang dimulai pada Juli 2012 dan secara resmi dibuka oleh Toyota Motor Co, di Juni 2013.
Dan sepanjang 2013 TTC mengembangkan beberapa program dalam menyiapkan dan mengembangkan man power Toyota, antara lain Salesperson Resources Kaizen, Program pengembangan Sekolah T-TEP (Toyota Technical Education Program) untuk SMK Otomotif, Program Transfer Basic Training ke Main Dealer untuk memperluas kesempatan training, serta program Training New Model Lounching atau Improvement Model.
Jonny pun berharap dapat mensinergikan dan mengintegrasi program training yang sudah ada menjadi kurikulum training yang komprehensif dan menyatukan fungsi training menjadi satu institusi dalam menawarkan pengalaman terbaik dalam pembelian dan kepemilikan kendaraan.
"Dimasa depan TTC dapat mendukung pengembangan Frontliner dalam mengantisipasi pertumbuhan market, bisnis aftersales dan perluasan network (khususnya jumlah fronfliner)! Melalui perluasan program training secara kuantitas dan kualitas, semuanya untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia," tutup Jonny.
(lth/ikh)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas