Yang terbaru, ITS kembali meluncurkan mobil tenaga listriknya yang kedua, setelah mobil listrik yang pertama terbakar saat akan mengikuti lomba, 26 April 2013 lalu.
Lahir dengan tampilan yang lebih istimewa dari sebelumnya, mobil yang diberi nama EC-ITS II (baca: easy ITS) ini siap nampang di APEC yang dihelat di Bali 8 Oktober mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dosen pembimbing tim mobil listrik ITS ini kemudian menjelaskan kelebihan mobil yang dirampungkan dalam waktu 5 bulan ini.
"Tenaganya sekarang jauh lebih besar. Pakai mesin motor 60 kw. Yang pertama hanya 10 kw," ungkapnya.
EC ITS II ini, lanjut Nur, seratus persen menggunakan listrik dengan piranti baterai berdaya 20 kwh. Sedangkan, untuk kecepatan maksimumnya sendiri bisa mencapai 150km/jam. Meski begitu, proses mengisi baterai (charging) membutuhkan waktu 9 hingga 10 jam dengan daya listrik sebesar 5 A/220 Volt.
"Sekali charge adalah 9-10 jam. Bisa digunakan untuk 150 km. Kalau diwaktukan ya sekitar satu jam. Kalau kecepatannya tidak tinggi ya bisa lebih dari satu jam," papar Nur.
Mobil yang punya tinggi 1,5 m ini dinyatakan memiliki perbandingan 1:4 dengan mobil konvensional bila dibandingkan dari segi penggunaan bahan bakar.
"1 liter BBM di mobil konvensional digunakan untuk 10km. Kalau untuk mobil ini, 1 liter setara bensin mencapai 40km," terang Nur.
Belajar dari peristiwa terbakarnya EC-ITS I yang lalu, perancangan generasi kedua ini, tim ITS lebih berhati-hati. Termasuk pada saat penyimpanan mobil.
"Untuk yang kedua ini kami lebih meningkatkan faktor safety. Baterai kami pasang di bawah jok. Tidak terlihat sama sekali. Supaya pendistribusian energinya juga lebih merata," paparnya.
Tak lupa mereka juga memperhatikan faktor keamanan penyimpanan mobil yang menhabiskan dana riset sebesar Rp 400 jutaan ini.
"Kalau dulu kami percayakan ke orang lain pengirimannya, sekarang kami lakukan sendiri. Di workshop tempat menyimpan juga dijaga oleh teman-teman tim yang stand by di sana 24jam," tandas Nur.
Nur sendiri berharap mobil listrik generasi ini punya potensi pasar yang besar.
"Kalau lihat dari ukurannya dan tampilannya yang unyu dan manis begini, mestinya peluang pasar cukup besar ya," ucapnya sembari terkekeh.
(bdh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik