1. Eksterior
|
|
Untuk varian TRD S disiapkan untuk mengakomodif para pecinta mobil yang memiliki karakteristik sporty sekaligus casual dan trendy, dimana kini peminatnya semakin meluar. Tampilan sporty dan trendy tergambarkan pada aerokit di bagian depan, samping dan belakang.
Tipe ini juga dilengkapi dengan chrome pada lower grille radiator, molding pelindung samping dan pegangan pintu luar.
Secara garis besar, keseluruhan tampilan eksterior, Agya dilengkapi dengan lampu belakang dengan kombinasi desain dan bemper yang unik sehingga membuat tampilannya menjadi lebih menarik.
Karena mendapatkan tipe TRD S, maka warnanya itu sendiri sesuai dengan ciri khas mobil-mobil Toyota yang lainnya yakni warna putih.
Kesan stylish pada eksterior Toyota Astra Agya ini semakin kental ketika sudah berada di jalan umum dan bersatu dengan kendaran-kendaraan lainnya.
Meski dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, tapi mobil ini tetap bisa dibuat gaya.
2. Interior
|
|
Kesan pertama ketika detikOto masuk kedalam kabin memang benar, kabinnya menawarkan keluasan yang cukup untuk dikelasnya. Jika duduk di bangku pertama maka jarak kaki dengan dashboard juga masih ada ruang yang cukup sehingga kaki masih bisa dengan leluasa untuk bergerak.
Begitu juga ketika duduk di baris kedua, jarak kaki dengan jok pertama masih cukup luas meskipun kursi depan sempat dimundurkan sedikit.
Tak hanya itu, Agya yang detikOto coba juga dilengkapi dengan air conditioner, power window dengan auto down untuk pengemudi dan central doorlock serta kursi nyaman dengan bahan fabric dan headrest serta sabuk pengaman di kedua baris kursinya.
Sedangkan untuk fitur audinya itu sendiri tipe TRD S ini dilengkapi dengan 2 Din Audio CD/MP3/USB/Aux, chrome parking brake knob dan chrome shift lever knob serta fitur Chrome A/C Register, Chrome list combination meter,
Tipe TRD S juga dilengkapi electric outer mirror, desain chrome door outside handle dan side protective moulding, 6 spoke alloy wheel 175/65 R14, headlamp, foglamp dengan aksesoris krome.
Selama berada di perjalanan dengan kondisi jalan yang beragam bisa dikatakan cukup nyaman.
3. Performa Mesin
|
|
Agya ini dibekali mesin baru yakni tipe 1 KR berkapasitas 1.000 cc yang memang di developt khusus oleh Toyota untuk mengikuti program LCGC atau mobil murah ramah lingkungan.
Kunci kontak pun diputar ke posisi on dan mesin pun menyala. Brumm, untuk suara mesinnya memang tidak terdengar halus seperti mobil yang dibekali 4 silinder. Untuk diketahui kalau Agya ini hanya dibekali 3 silinder.
Saat itu detikOto merasakan Agya tipe TRD S bertransmisi otomatis atau matik. Dari posisi P tuas persenelingnya langsung di pindahkan ke posisi D dan pedal gas pun langsung dinjak secara perlahan.
Perpindahan gigi otomatisnya cukup halus. Karena mesin ini diklaim irit bahan bakar, maka di mobil murah Toyota, tepatnya di odometer terdapat indikator ECO yang bisa memberikan informasi kepada pengemudi cara berkendaranya.
Jika indikator ECO menyala warna hijau, maka dinyatakan kalau pengemudian yang dilakukan oleh pemudi irit.
Pedal gas terus diinjak secara perlahan, kecepatan mobil pun bertambah, RPM pun sudah menunjukan 2.500 dan kecepatan sudah menunjukan kurang lebih 80 km. Kecepatan saat itu memang hanya bisa mencapai 80 km/jam karena situasi jalanan di kota Bandung cukup padat, sekalinya ditemukan jalan yang kosong, ketika mencapai kecepatan 80 km, sudah ada mobil lagi di depannya.
Ketika detikOto mencapai RPM 2.500- 3.000 dan kecepatan 70 sampai 80 km/jam, indicator ECO langsung menghilang atau mati. Tapi ketika sehabis lampu merah dan detikOto mencoba menginjak pedal secara perahan dan konstan serta tak melakukan akselerasi, indicator ECO itu tetap menyala.
Ternyata benar, ketika detikOto bertanya kepada General Manager Technical Service Division PT Toyota-Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi mengenai cara kerja indicator ECO itu, pengemudi harus bisa mempertahankan gas dan tidak boleh melakukan akselerasi apalagi ketika sering ditemukan stop and go.
Jadi fitur ECO itu selama berkendara kita konstan dengan kecepatan yang kita peroleh dan tidak melakukan akselerasi ataupun manuver maka indicator ECO itu akan tetap menyala dan mobil akan irit BBM.
4. Handling
|
|
Suspensinya cukup empuk dan tidak terlalu ringan dan juga keras. Agya itu sendiri menggunakan suspensi depan Macpherson Struts dengan coil spring, Kelebihan suspensi Macpherson dibandingkan Double Wisbon (terkenal nyaman) adalah ketangguhan dan keawetannya yang lebih baik dalam kondisi jalan yang jelek.
Sehingga suspensi ini masih sangat cocok diterapkan dikebanyakan mobil di Indonesia kareka karakter jalanan yang bervariasi.
Suspensi Belakangnya menggunakan Semi Independent Torsion Axle Beam dengan coil spring is ini, Suspensi ini adalah kompromi antara kenyamanan dan cost, mobil paling nyaman adalah yang memakai fully independen.
Toyota Agya sebagai mobil perkotaan cukuplah dengan semi independent torsion axle beam. Racikan dengan coil spring akan menentukan apakah mobil ini bisa gesit di jalanan perkotaan atau tidak.
5. Kesimpulan
|
|
1. Di dalam kabin terasa cukup lapang, apalagi jarak kaki dengan dashboard dan jok bagian depan masuk cukup luas untuk mobil di segmennya.
2. Desain eksteriornya cukup stylish terutama untuk tipe TRD S.
3. Mesinnya cukup mumpuni dan handling serta akselerasinya pun demikian
- Point Minus
1. Kesenyapan di dalam kabin masih dirasakan belum cukup senyap. Apalagi ketika cuaca hujan, runtuhan air hujan ke bagian bodi mobil cukup terdengar jelas.
2. Membuka bagasi belakang dirasa masih cukup repot karena harus membukanya dibagian depan (bagian pengemudi) atau belum bisa dibuka sendiri di belakang.
3. Suara mesinnya masih terdengar belum terlalu halus dan suara mesinnya benar-benar seperti mobil dengan mesin 3 silinder.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!