Pemerintah Harusnya Dukung Mobnas, Bukan Dukung Merek Asing

Pemerintah Harusnya Dukung Mobnas, Bukan Dukung Merek Asing

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 12 Sep 2013 21:18 WIB
Jakarta -

Mobil murah dijanjikan akan menjadi solusi untuk pecinta roda 4 di Indonesia dengan memiliki harga terjangkau namun tidak menjadi kendaraan murahan.

Namun lahirnya varian LCGC yang didominasi oleh pabrikan otomotif luar negeri, membuat Masyarakat Transportasi Indonesia (TMI) menilai kebijkan ini kuranglah tepat. Berbeda bila kebijakan ini memang diperuntukan untuk kendaraan nasional seperti Esemka dan lainnya.

"Esemka itukan hadir sebagai semangat nasionalisme, dan kalau melihat dari jumlahnya berapa banyak sih Esemka atau mobil nasional lainnya memproduksi kendaraan? Tidak banyak kan?" ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Muslich Zainal Asikin, saat dihubungi detikOto, Kamis (12/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan ini akan berbanding terbalik dengan keputusan pemerintah saat ini, yang ikut memperbolehkan pabrikan otomotif raksasa dari luar mendapatkan intensif untuk melahirkan kendaraan LCGC.

"Sedangkan kalau pabrikan raksasa itu kan bisa memproduksi hingga jutaan unit. Dan ini yang harus dibedakan, mereka bisa mengkonsumsi BBM lebih banyak," ujarnya.

"Seharusnya mobil listrik, Esemka, atau mobil nasional lainnya kasih saja kesempatan dahulu, mereka bisa memproduksi 1.000 unit saja sudah bagus," tambahnya.

(lth/syu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads