Generasi muda yang lazim disebut Generasi Z (lahir antara 1992 sampai 2010) sebagian besar tidak terlalu menginginkan sebuah mobil. Tidak seperti generasi sebelumnya yang begitu mencintai sebuah roda empat.
"Kami tahu Generasi Z tidak terlalu suka mobil. Tetapi di sini lah tantangan bagi teknologi, bagaimana sebuah kendaraan masa kini dibuat. Jadi isu bagi kami sekarang adalah bagaimana mengoneksi dengan pembeli muda ini," ujar Director, Advanced Planning, Nissan North America Rachel Nguyen dalam sebuah briefing yang diikuti berbagai media dari seluruh dunia termasuk detikOto di El Toro, Irvine, California.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Remaja bisa membantu Nissan membuat mobil seperti apa yang mereka inginkan. Misalnya jika penyuka skateboard, maka dia akan merancang mobil yang bisa mengakomodasi semua kebutuhannya, misalnya ada tempat untuk menyimpan skateboard khusus di bagian belakang mobil.
"Jadi kami tidak terantimidasi debgab perubahan ini, namun kami menyambut perubahan dan menyiapkannya," ujarnya.
General Manager Upstream Planning Division Nissan Francois Bancon menuturkan co-creation adalah sebuah revolusi di industri karena akan mempengaruhi semua aspek yang biasa dilakukan pabrikan otomotif.
"Kami sudah berbicara soal co-creation ini di Jepang, Eropa dan China. Kami ingin tahu apa yang remaja mimpikan dan bagaimana caranya mengoneksikan adalah lewat co-creation, remaja ingin ikut membuat mobil, dan merancang mobil sesuai keinginan," ujarnya.
Jadi di masa depan, membeli kendaraan akan seperti membeli baju, kita bisa memilih warna dan atau menambah corak sendiri di bodinya, atau bahkan memodifikasi kendaraan sesuai keinginan.
(ddn/ikh)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP