Cadillac Siap Aplikasi Sistem Semi Autopilot

Cadillac Siap Aplikasi Sistem Semi Autopilot

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 02 Sep 2013 17:12 WIB
Cadillac Siap Aplikasi Sistem Semi Autopilot
Detroit - Setelah Nissan mengumumkan akan mulai memproduksi massal mobil berteknologi autopilot di akhir dekade, General Motors tidak mau kalah. Raksasa otomotif Amerika Serikat ini juga berjanji akan mulai menjual mobil dengan teknologi semi autopilot di 2020.

Di akhir dekade ini juga, General Motors yang menaungi beberapa merek seperti Chevrolet, Cadillac, Buick dan GMC berjanji akan mulai memasarkan mobil yang hampir bisa berjalan sendiri tanpa dikendalikan manusia.

Sistem yang disebut dengan 'Super Cruise' ini akan menggunakan radar dan kamera untuk mengarahkan mobil dan membuatnya tetap jalur yang benar. Sementara itu, radar juga akan mengontrol mobil agar terus berada di jarak yang aman dari mobil di depan. Sistem ini juga bisa mengerem otomatis dan menghentikan mobil bila dirasa perlu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Director of electrical controls and active safety technology GM John Capp memaparkan kalau sebelum diproduksi massal ada beberapa hal yang mesti mereka sempurnakan dulu di sistem ini.

Kemampuan yang masih harus terus dikembangkan itu, terutama terkait kemampuan mobil membaca kondisi jalan, reaksi sensor, visibilitas garis lajur hingga bagaimana sistem akan berinteraksi dengan sopir yang masih akan memegang kendali dan mengambil alih kontrol dari komputer.

Sistem ini menurut Capp akan mulai diaplikasi pada Cadillac, namun akan disebar ke merek-merek di bawah perusahaan ini.

Dengan sistem ini, lanjut Capp, pengendara dapat melepas tangan mereka dari kemudi di jalan bebas hambatan dan membiarkan mobil melakukan pekerjaan secara otomatis.

Meski semi autopilot, Capp mengatakan kalau untuk melahirkan sebuah mobil yang benar-benar bisa mengontrol diri sendiri tanpa perlu sama sekali dikendalikan manusia butuh waktu 20-30 tahun lagi. Karena banyak hal yang masih harus dipelajari termasuk bagaimana mobil bereaksi terhadap mobil dan truk lain yang tidak memiliki teknologi tersebut.

Kompetisi untuk membuat mobil berteknologi autopilot memang tengah terjadi di antara produsen mobil dunia seperti GM, Toyota, Audi dan Nissan. Raksasa teknologi Google pun ikut serta dalam kompetisi ini.

Pengembangan teknologi tersebut diprediksi akan membuat angka kecelakaan bisa direduksi, terutama karena saat ini kecelakaan banyak disebabkan karena human error.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads