Ketua Tim Penelitian Sedan dan Bus listrik Hevina, Hapid mengatakan kalau untuk baterai kedua kendaraan itu bukan dibuat di Indonesia, melainkan diambil langsung dari China.
"Kalau baterai kita ambil dari China, dan mungkin ada juga yang diambil dari Amerika. Tapi kebanyakan China," kata Hapid di Graha Widya Bhakti DRN, Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita sebagai penelitian tinggal menyuruh kepada LIPI membeli baterainya, tapi yang saya lihat baterai itu diproduksi di China dan sangat sesuai dengan spek yang kita butuhkan," katanya lagi.
Sementara itu, kapasitas baterainya itu sendiri untuk Sedan listrik jika dalam kedaan penuh bisa berjalan sejauh 130 km sedangkan untuk bus listriknya itu sendiri sejauh 150 km.
"Dengan catatan semua baterainya terisi penuh dan kalau mau mengisi ulang diusahakan harus dalam kondisi 30 persen lagi," ujarnya.
Untuk Sedan Hevina menggunakan baterai tipe AC Induction Motor dengan nominal voltase 108 VOV, sedangkan untuk bus listrik menggunakan tipe motor Brushless DC Motor dengan nominal voltase 320 VDC.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta