Menanggapi hal itu, Presiden Direktur PT General Motors Indonesia, Marcos Purty menjelaskan kalau itu bukanlah 1 persoalan atau permasalahan yang besar mengingat Spin merupakan produk baru, jadi masih perlu membutuhkan waktu untuk langsung terjun di lapangan.
"Kita harus melakukannya secara bertahap. Seperti mengendarai mobil saja dari 0 tidak mungkin langsung ke 100 km/jam, jadi butuh tahapan-tahapan," kata Purty di acara Halal Bihalal Bersama PT General Motors Indonesia (GMI) di Kopitiam Tan, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dengan kapasitas produksi Spin di pabriknya yang berada di Pondok Ungu saat ini masih bisa memproduksi sebanyak 40.000 unit per tahun. Nantinya akan ditingkatkan agar bisa lebih dari itu.
"Tim kita juga rata-rata baru, produk yang kita keluarkan juga baru. Tapi kami sudah melakukan penambahan shift dengan tidak mengenyampingkan kualitas keamanan dan kenyamanan," katanya lagi.
Dengan begitu, GMI berharap kalau dengan penambahan shift kedua di pabrik bisa mengejar ketertinggalan yang memang permintaan Spin di Indonesia begitu luar biasa.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan