President & CEO PT Mercedes-Benz Indonesia, Claus Weidner mengatakan kalau mengikuti program LCGC pihaknya tidak bisa karena harga yang ditetapkan dalam regulasi itu kurang dari Rp 100 juta atau paling mahal Rp 100 juta.
"Kalau mengikuti program mobil murah kami tidak akan sanggup karena tidak mungkin. Tapi kalau program low carbon emission kita masih mungkin dan sekarang kami sudah mulai mempelajarinya," kata Claus beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Eropa sendiri lanjut Claus, mobil Mercy yang dijual sudah rendah emisinya, salah satunya smart fortwo yang juga baru diluncurkan versi limited editionnya, di Eropa mobil ini sangat ramah lingkungan.
"Tak sulit bagi kami mengikuti program LEC ini. Kami terus mencoba mempelajari dan mengikuti aturan-aturan yang menjadi mobil rendah emisi. Dengan demikian kami akan terus melakukan kajian-kajian agar mobil kami dapat mengikuti program itu, terutama LCE," pungkasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!