China Daily melaporkan kalau co-founder Chery Lu Jiahui telah membawa 200 staf untuk memulai sebuah perusahaan mobil baru di kota asal Chery Wuhu di provinsi Anhui, China.
Peruahaan ini belum didaftarkan dan dikabarkan akan memiliki kapasitas produksi antara 330.000-700.000 mobil per tahun dan diharapkan mulai berproduksi pada tahun 2015.
Model pertama yang akan diproduksi merupakan mobil subkompak yang dikembangkan oleh Chery.
Berita itu datang setelah di bulan April Chery mengumumkan akan mengganti strategi multi-merek. Awalnya, Chery memiliki empat merek dan 20 model serta 130 proyek R&D yang sedang berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Chery tercatat sebagai produsen mobil domestik terbesar keenam, namun terlempar dari daftar 10 teratas dalam hal penjualan pada semester pertama tahun ini, dikalahkan oleh Brilliance Auto, Great Wall Motors, JAC Motors dan Geely Automobile.
Karena itu, Chery berencana akan menggunakan hanya 1 nama dengan 11-12 model untuk merampingkan operasi dan memotong biaya.
Para analis bidang otomotif mengatakan pembentukan perusahaan baru akan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Chery. "Chery saja bahkan menghadapi risiko bisnis, apalagi sebuah sebuah perusahaan baru," kata analis independen Zhong Shi.
Dikabarkan, untuk membangun perusahaan baru tersebut pemerintah daerah Wuhu dikabarkan akan menginvestasikan 2 miliar yuan. Pemerintah Wuhu tidak ingin aset Chery berpindah ke provinsi lain.
Saat ini Chery memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 900.000 kendaraan. Transformasi strategis akan membuat perusahaan akan memiliki hanya empat mobil sebagai awal yakni QQ, Tiggo, Fulwin dan Arrizo.
(syu/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!