Kehadiran BMW i3 menandai sejarah baru industri otomotif global BMW. Soalnya BMW i3 bukan sekedar mobil biasa, namun sebagai mobil listrik pertama BMW yang fungsional.
"BMW i3 adalah lebih dari sekedar mobil. Ini adalah langkah revolusioner terhadap mobilitas yang berkelanjutan. Adanya mobil ini untuk melayani pelanggan BMW yang bermuki di kota-kota besar," kata CEO BMW Norbert Reithofer di New York, Senin (29/7/2013) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mode listriknya, mobil sanggup menjelajah sampai 130-160 km. Angka ini cukup bagi pengendara di seluruh dunia yang rata-rata sehari mengendarai mobil sejauh 64 km (berdasarkan perhitungan BMW), jadi tidak usah takut mobil kehabisan baterai di jalanan.
Namun jika itu masih kurang, ada juga versi i3 dengan range-extender, yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin 2 silinder. Dengan range extender, jelajah mobil bisa lebih jauh lagi menjadi 300 km.
Mobil listrik unik ini, menggunakan sasis alumunium dan bodi berserat karbon sehingga bobot BMW i3 hanya 1.195 kg.
Bobot ini lebih ringan dari mobil compact lainnya, namun cukup untuk menampung 4 penumpang.
Bobot yang ringan juga membuat performa mobil lebih canggih. Mobil memiliki tenaga maksimum 170 daya kuda dengan torsi maksimum 250 Newton meter.
i3 bisa berlari dari 0-60 km/jam dalam 3,7 detik dan 0-100 km per jam dalam 7,2 detik. Kecepatan maksimalnya dibatasi sampai 150 km per jam demi efisiensi kendaraan.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS