Kota yang memiliki julukan Motor City ini berada di negara bagian Michigan dan menjadi kota terbesar di AS yang mengajukan kebangkrutan dengan utang sedikitnya US$15 miliar atau sekitar Rp 151 triliun.
Jumlah populasi di Detroit juga menurun tajam dengan angka kriminalitas dan korupsi yang tinggi.
Ini tentu pukulan baru bagi Detroit setelah di 2009 Chrysler dan General Motors juga hampir bangkrut. Melihat kebangkrutan itu, General Motors pun menyatakan kalau mereka bakal mendukung penuh kampung halamannya ini.
"GM bangga menyebut Detroit rumah dan pernyataan pailit hari ini adalah hari yang kita dan orang lain harapkan tidak akan datang," kata perusahaan yang memegang merek Chevrolet, Cadillac, Buick dan GMC serta Holden, Opel dan Vauxhall ini seperti dikutip dari Car Advice, Minggu (21/7/2013).
Di Detroit GM mempekerjakan sekitar 4.000 orang. Mereka mengatakan kalau kebangkrutan Motor City ini diharapkan tidak akan mempengaruhi kegiatan operasional dan masa depan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak hanya terus berinvestasi di kota dengan menambahkan kehadiran kami di Detroit, kami juga berkomitmen untuk memainkan peran positif dalam revitalisasi," kata perusahaan yang memegang merek Chrysler, Dodge dan Jeep ini.
Sedangkan Ford yang bermarkas di Dearborn, dekat Detroit, percaya kalau Detroit bakal bangkit dari keterpurukan.
"Kami percaya Detroit yang kuat sangat penting untuk Michigan kuat dan industri kami," kata Ford yang memiliki merek Licoln dan saham di Mazda dan Aston Martin dalam sebuah pernyataan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi