Langkah tersebut dalam upaya menekan kemacetan dan mengurangi polusi. Setidaknya sudah lebih dari 8 kota yang membatasi pembelian mobil baru.
Seperti diketahui kota-kota seperti Shanghai, Beijing, Shanghai, Guangzhou serta Guiyang sudah lebih dulu menerapkan aturan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pembatasan pembelian mobil tersebut secara langsung akan berdampak pada penjualan mobil di negara China. Merek mobil lokal yang akan terkena imbas aturan tersebut.
Direktur Autoforesight Shanghai Co Yale Zhang, memprediksi aturan tersebut akan memaksa warga untuk mencari mobil baru ke kota-kota lainnya. Fenomena ini akan terjadi setidaknya dalam waktu dekat saja sebelumnya semua kota di China menerapkan aturan yang sama.
"Dalam jangka pendek, konsumen akan mencari mobil ke kota-kota lainnya," kata Yale Zhang. "Konsumen akan panik dan mulai akan membeli apapun sebelum aturan ini berjalan," lanjutnya.
Pada bulan Juni penjualan kendaraan di China meningkat 9,3% menjadi 1,4 juta kendaraan. Kenaikan penjualan karena perang diskon dari masing-masing diler mobil.
Angka itu cukup untuk membuat China sebagai pasar mobil terbesar di dunia mengalahkan Amerika dan Eropa.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes