Dikutip dari Autonews, Selasa (9/7/2013) untuk BMW dan General Motors (GM) keduanya dikabarkan menutup operasi penjualan dan produksi mereka menyusul tidak kondusifnya keadaan di Mesir. BMW berharap Mesir bisa segera kondusif agar mereka bisa segera kembali beroperasi.
Sementara GM yang menjual merek Opel dan Chevrolet di Mesir memiliki pabrik di Kairo yang mempertahankan produksi selama periode kerusuhan.
Toyota juga tetap mempertahankan produksi mereka yang di Mesir pabriknya membangun Fortuner di pabrik yang mempekerjakan 700 orang.
Namun, beberapa diler mereka terpaksa tutup sebagai tindakan pencegahan dan berharap kerusuhan tidak akan terpengaruh pada penjualan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil