Hal itu diungkapkan langsung oleh Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijaya saat berbincang dengan detikOto.
"Saat ini kami belum ada rencana untuk ikutan LCGC. Meski PP-nya sudah keluar tapi yang lain-lainnya seperti juknis dan juklaknya juga belum keluar," singkat Astrid sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkannya, jika insentif dan lain sebagainya masih dirasa sulit untuk Mazda maka itu akan menjadi lebih sulit untuk mengikuti program LCGC.
"Saat ini yang kami lihat bahwa insentif hanya 5 persen. Buat kami 5 persen masih harus dilihat dan kalkulasi. Kalau produknya itu sendiri juga kami memang belum menyiapkannya sama sekali," tuntasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar