Product Manager PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) Yahya mengatakan kalau generasi ke-3 ini juga diharapkan bisa terjual sama seperti generasi-generasi sebelumnya.
Dijelaskan Yahya, generasi pertama A-Class lahir pada tahun 1997 sampai 2004 dan berhasil terjual sebanyak 1,1 juta unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Generasi ketiga lahir tahun ini tepatnya 24 Juni 2013. Dengan hadirnya A-Class terbaru ini diharapkan akan lebih baik dari generasi pertama dan kedua.
"A-Class terbaru ini hadir dengan konsep baru dengan desain yang benar-benar baru dan ini untuk generasi muda yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Karena itulah Mercedes-Benz Indonesia (MBI) menyebut generasi ke-3 atau A-Class terbaru ini dengan sebutan "The Pulse of a New Generation".
Deputy Director Corporate Communication & Public Affairs MBI Elvera N. Makki menambahkan kalau maksud dari pernyataan itu yakni bagaimana MBI meluaskan pangsa pasar mobil premium dengan A-Class.
"0,9 persen dari total pasar otomotif di Indonesia adalah premium car. Yang kami lakukan dengan New Market, New Generation adalah bagaimana angka ini bisa berkembang lagi dan bisa berkembang dengan mobil ini," ungkap Vera.
Lalu saat ditanya, dengan adanya A-Class ini bisa menyumbangkan atau menjadi berapa persen pertumbuhannya?
"Untuk saat ini kami tidak ingin berspekulasi, yang ingin kami lakukan adalah mengembangkan pasar premium yang kami yakin ini masih bisa dikembangkan dalam 3 sampai 5 tahun kedepan dan kami mulai dengan A-Class," katanya.
Ditambahkan Vera, ke depan akan ada beberapa model lagi yang akan menyumbangkan pasar untuk mobil premium di Indonesia.
"Pastinya akan ada lagi model-model yang lain tapi kami belum bisa membocorkannya. Untuk saat ini kami fokus dulu ke A-Class terbaru ini," tuntasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar