Dengan pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar AS maka otomatis akan merusak keuntungan pabrikan mobil lain terutama Amerika Serikat (AS) di Jepang.
"Dengan manipulasi mata uang, kita hanya harus kembali ke tempat dimana mata uang telah ditentukan oleh pasar dan perjanjian perdagangan bebas," ujar Mulally seperti dikutip dari inautonews.
Sejak awal tahun lalu Mulally terus mengkritik mengenai yen, ia mengatakan bagaimana eksportir Jepang terbantu dengan pelemahan yen.
"Mulally adalah salah satu kritikus paling keras terhadap Yen," kata seorang analisis yang berbasis di Shanghai LMC Otomotif John Zeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak November tahun lalu yen telah melemah terhadap setiap mata uang utama termasuk terhadap dollar AS sebesar 17 persen.
Lebih parahnya lagi Mulally mengatakan kalau ada fakta yang harus diungkap bahwa Jepang masih merupakan pasar yang tertutup untuk pabrikan mobil asal Amerika.
"Jepang hanyalah pasar yang paling tertutup di dunia untuk pabrikan mobil Amerika," tuntasnya
(ady/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?