Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang akan diumumkan nanti malam, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) ternyata tidak begitu gentar karena MMI menilai lebih takut dollar naik ketimbang BBM naik.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Marketing Manager MMI, Astrid Ariani saat dihubungi detikOto terkait dampak kenaikan BBM bersubsidi terhadap kenaikan harga mobil, Jumat (21/6/2013).
"Yang saat ini kami waspadai justru kenaikan dolar (US$). Hal itu akan lebih berpengaruh kedalam faktor kenaikan harga mobil," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin itu kita sempat menaikan harga tapi itu terkait BBN bukan BBM," cetusnya.
Sementara itu, untuk masalah penjualan MMI tetap optimistis kalau penjualannya tidak akan terpengaruh oleh kenaikan BBM bersubsidi. Keoptimisannya itu lahir karena MMI memiliki produk-produk yang berkualitas serta irit bahan bakar.
"Berhubung volume model kami ada di Mazda2, CX-5 dan Biante jadi kami optimis kenaikan BBM tidak terlalu berpengaruh ke volume Mazda. Meski ada pengaruhnya itu biasanya hanya 2 sampai 3 bulan kedapan saja," katanya.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans