Ban anyar dari Michelin tersebut diklaim telah dirancang dan dikembangkan secara eksklusif untuk segala kondisi cuaca di kawasan Indonesia untuk menjawab kebutuhan dan harapan konsumen.
"Memahami kebutuhan konsumen merupakan bagian yang terintegrasi dari bisnis kami," ujar Country Director Michelin Indonesia Jean-Charles Simon di Jakarta, Kamis (20/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, untuk aspek keamanan (safety), teknologi Stabiligrip dan FlexMax yang diusung ban ini memastikan jarak pengereman lebih pendek dari 2,9 meter di jalan basah bila dibandingkan dengan merek lain di segmen yang sama.
Sementara dari aspek ketahanan (longevity), masa penggunaan ban 25% lebih lama dibandingkan dengan produk pendahulunya.
Selain itu, berkat teknologi EvenPeak, Michelin Primacy 3 ST memiliki pola yang unik dengan ukuran pola tapak yang lebih besar, menyebabkan suara yang tidak terlalu terdengar oleh sensitivitas pendengaran manusia (silence).
Untuk aspek kenyamanan (comfort), ban baru ini juga dilengkapi dengan teknologi Michelin CushionGuard, yang menggabungkan kompon tapak yang fleksibel (flexible compound tread), sidewalls shock absorbent dan karet penyaring suara untuk meredam getaran yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak rata.
Ban anyar ini disediakan Michelin dalam berbagai ukuran di rim 15-19. Jadinya sedan-sedan seperti Honda Accord, Toyota Camry, Nissan Teana, Mercedes-Benz C dan E-Class, BMW 3 dan 5 Series, Audi A4, Ford Focus, Lexus LS bisa menggunakan ban Michelin ini.
Begitu pula Hyundai Sonata, Honda Civic, Chevrolet Cruze, Mazda3 dan Totora Altis.
Namun bukan hanya sedan, premium MPV seperti Toyota Alphard atau Vellfire, Honda Odyssey, Nissan Elgrand, VW Caravelle dan Mercedes-Benz Viano juga bisa memakai ban bersama Toyota Innova, Isuzu Panther, Nissan Serena, Daihatsu Luxio, Suzuki APV, Mazda3 MPV, Mazda5 MPV, Mazda Biante dan Mitsubishi Grandis.
(syu/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!