Ada yang niat untuk mengganti mobil ke cc lebih kecil, bahkan ada juga yang mengatakan lebih baik menggunakan yang mahal sekalian daripada beli premium.
Seperti diungkapkan oleh pengguna mobil yang detikOto temui di Mega Glodok Kemayoran (MGK) Felix. Ia mengatakan kalau memang BBM bersubsidi jadi dinaikan dengan harga maksimal Rp 6.500 maka ia lebih baik memilih menggunakan Pertamax sekalian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang sehari-harinya menggunakan Nissan Livina ini untuk bahan bakar mobilnya memang masih menggunakan BBM jenis premium. Dalam 1 minggu ia bisa menghabiskan uang untuk BBM kurang lebih Rp 250 ribu.
"Pakai premium saja seminggu kurang lebih Rp 250 ribu. Kalau jadi naik ke Rp 6.500 saya niat untuk beralih ke pertamax. Biar mahal sedikit tapi kualitas buat mesin juga jadi lebih baik," katanya.
Menurut dia, harga BBM bersubsidi memang sudah sepantasnya dinaikan. Bukan apa-apa karena harga BBM di Indonesia paling murah diantara negara-negara lain dan juga banyak disalah gunakan oleh orang yang lebih mampu.
"Orang yang pakai Alphard saya baca di berita pakai premium juga, padahal secara materi dia mampu beli pertamax. Biarkan sajalah naik," tuntasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun