Dalam sebuah pertemuan diler dan konsumen di suatu tempat seperti disampaikan President, GM South East Asia Operations Martin Apfel, seorang konsumen pun sempat menyuarakan hal itu.
"Ada seorang polisi, dia mengalami kecelakaan yang hebat, dia keluar dari pintu mobil, tanpa cedera sama sekali. Dia bilang saya berutang nyawa dengan mobil ini. Akhirnya ketika dia membeli mobil untuk anaknya, dia beli Chevy. Ungkapan-ungkapan seperti itu sering dibicarakan," ujar Apfel saat berbicara dengan wartawan di Jakarta baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi produk, mobil-mobil GM di Indonesia memang kalah dari sisi persepsi publik masyarakat Indonesia. Hal ini diakui oleh Marcos Purty, Presiden Direktur, GM Indonesia. Karena itu masalah persepsi ini lah yang menjadi tantangan yang harus diatasi GM di Indonesia.
"Kami lebih lama berjualan mobil, jadi kami lebih tahu bagaimana menangani konsumen. Kami memang tidak banyak memiliki diler-diler di Indonesia, tetapi kami selalu memberitahukan kepada konsumen kami kalau sudah saatnya melakukan perawatan mobil," ujar Marcos yang berjanji tahun ini Chevy akan membangun lebih banyak diler lagi di Indonesia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?