Padahal BBG memiliki banyak keuntungan, mulai dari bahan bakar yang lebih bersih karena emisinya tidak sekotor BBM, sampai bisa menghemat pengeluaran karena harganya lebih murah. Jadi dengan rencana kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan pemerintah tahun ini, BBG menjadi alternatif pilihan yang lebih logis.
"Yang penting, pakai gas itu aman," ujar Direktur PT Maduratna Utama, Asep Maulana Djaki yang memasok konverter kit gas AC Autogas buatan Polandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan teknologi terkini yang memenuhi standar internasional, produk kami dirancang untuk keamanan dan kenyamanan pengendara. Sistem converter kit AC Autogas dilengkapi detektor yang akan menghentikan aliran gas secara otomatis ketika terjadi kebocoran sekecil apapun, dan mengganti ke BBM tanpa pengendara merasakan perubahannya," timpal Somchai Lertwisettheerakul dari AC Autogas Thailand.
Apalagi di perangkat converter kit, ada unit kendali elektronik (ECU) yang inovatif dan sistem tune up yang mudah dilakukan sendiri oleh pengendara tanpa bantuan mekanik.
Jadi dengan konverter kit AC Autogas pengendara dapat memakai BBG, baik liquid petroleum gas (LPG) maupun compressed natural gas (CNG).
AC Autogas sendiri merupakan buatan Polandia dan telah digunakan oleh lebih dari 1,7 juta kendaraan di Thailand yang menjadi pelopor pengguna BBG untuk kendaraan bermotor di Asia Tenggara.
AC Autogas tengah mengembangkan pasar di beberapa negara lain di Asia Tenggara, seperti Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Vietnam. Dan kini mereka masuk ke Indonesia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS