Direktur PT Astra Internastional Tbk (ASII) Sudirman M. Rusdi mengatakan, pihaknya baru akan memproduksi LCGC secara massal jika pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang jelas soal LCGC. Selama aturan itu belum jelas, pihaknya tidak akan memproduksi mobil ramah lingkungan itu.
"Kita masih menunggu keluarnya peraturan itu. Kami akan tunggu," kata Sudirman usai acara RUPST perseroan, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (25/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau aturan sudah keluar, kita juga minta insentif pajak barang mewah diskon 100% tadinya 10% jadi 0%. Kalau itu sudah disetujui kami akan mulai produksi," kata dia.
Sementara itu, Sudirman mengaku, awalnya perseroan telah menyiapkan total produksi mobil untuk LCGC sebanyak 17 ribu unit per bulan. Namun, karena sampai saat ini aturan tersebut belum juga keluar sehingga niat untuk memproduksi pun dibatalkan.
"Total produksi yang tidak terealisasi 17.000 unit yang tadinya untuk LCGC," ujarnya.
Dia juga mengaku telah menggandeng 145 pemasok komponen untuk mendukung produksi mobil LCGC. "Kita melibatkan 145 pemasok untuk komponen LCGC," katanya.
Hingga saat ini, aturan soal LCGC masih tertahan di meja Kementerian Keuangan. Pihaknya berharap, aturan LCGC tersebut segera direalisasikan. "Masih di meja Kementerian Keuangan. Kami belum berproduksi," kata Sudirman yang Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ini.
(feb/ikh)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan