Uji emisi ini diselenggarakan oleh Walikota Jakarta Selatan bersama Garda Oto, Auto2000, Astra World, dan Castrol.
"Tujuan dari uji emisi untuk mengetahui kualitas dari kendaraan operasional, karyawan, dan tamu yg berkunjung ke kantor walikota. Setelah mereka mengetahui kondisi kendaraan mereka, jika bagus maka dianjurkan akan terus tetap merawat kendaraan mereka, dan kalau tidak lolos maka mereka harus melakukan perawatan berkala kendaraan mereka," kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Yusiono A. Supalal, kepada detikOto, Rabu (17/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusiono menambahkan ajang peduli lingkungan ini telah masuk ke dalam program tahunan pemerintahan Jakarta Selatan.
"Program ini sudah ada setiap tahun dan sampai November 2013, setiap bulannya akan kita laksanakan di 10 kecamatan. Dan kita menujuk akan menunjuk pihak ke-3 untuk melakukan pengujian emisi. Dan untuk menyebarkan informasinya kami memberihukan melalui surat edaran dari pak Walikota melalui kepala unit dan diteruskan kepada karyawan-karyawannya, sedangkan untuk masyarakat atau tamu kantor walikota kami menggunakan spanduk seminggu sebelum hari H," katanya.
Program kali ini juga mendapat dukungan penuh dari Garda Oto dalam menyambut Hari Kartini.
"Sebetulnya tahun ini kami memiliki event untuk lingkungan dan bisnis, dan hari ini kita laksanakan dalam rangka menyambut Hari Kartini, dan memang sudah menjadi program kami," kata Branch Manager PT Asuransi Astra Buana, Yulius Idris.
Seakan gayung bersambut, Garda Oto siap mengadakan uji emisi membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih.
"Sebetulnya di mana saja asal kita dikasih fasilitasnya (tempatnya) kita akan melakukannya. Produk Astra secara tidak langsung berperan dalam polusi, dan disini kita coba memberikan obatnya," katanya.
"Sebenarnya umur setelah di uji emisi itu hanya 6 bulan, harusnya masyarakat lebih sadar lagi akan lingkungan. Dimana setelah 6 bulan mereka memeriksakannya, mereka kembali memeriksa kendaraan mereka. Tapi itu lah orang, hanya menginginkan kecepatan, mereka kembali mengubah sistem pengapian mereka dan pengapian yang sudah disesuaikan setelah pengujian emisi mereka ubah lagi," katanya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS