"Dalam pengembangannya, mobil ini sangat menantang bagi tim saya. Dengan berbagai teknologi mobil ini akhirnya bisa tercipta," ujar Chief Program Engineer Mazda Motor Co, Hiroshi Kajiyama di sela-sela peluncuran Mazda6 di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Bagaimana tidak, Mazda membenamkan begitu banyak fitur namun dengan tetap mengacu pada 3 aspek kunci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, tim Mazda sangat tertantang dalam mengembangkan Mazda6 terbaru tersebut yang mengusung konsep Mazda Takeri. Beberapa ketidakcocokan elemen pada Mazda6 sempat terjadi, namun lewat kerja keras, sedan Mazda6 akhihrnya terwujud dan mendunia.
Pria asal Jepang yang bergabung dengan MMC pada 1987 itu mengutarakan dengan penggabungan tersebut beberapa elemen tersebut akan menjadi sedan Mazda6 sebagai sedan premium yang canggih. Tidak hanya dari segi desain namun juga berkualitas dari segi pengalaman mengemudi.
"Mazda6 dikembangkan dari segala elemen sehingga menjadikan sebuah sedan yang dinamis dan berperforma, serta driving experience," tuturnya.
Hiroshi juga menjelaskan Mazda6 terbaru semakin lengkap dengan penyematan fitur i-STOP dan i-ELOOP yang membuat mobil ini lebih efisien 10 persen dari mobil lawasnya.
Mobil ini juga memiliki fitur unik yakni Lane Departure Warning System (LDWS). Fitur ini senantiasi mambaca marka jalan dan memberikan peringatan pada pengendara saat mobil mulai menyimpang dari jalurnya. Sensornya menyala ketika menemukan potensi tabrakan dengan mobil atau kendaraan lainnya.
"Mobil ini akan memperingati pengemudi jika mobil keluar jalur dengan sendirinya," katanya.
Dikatakan Mazda, teknologi LDWS akan memberikan peringatan suara jika mobil menyimpang dari jalurnya. Teknologi ini bekerja pada kecepatan 65 km/jam, di bawah itu teknologi tersebut tidak berfungsi.
Nah, ada yang patut Anda cermati. Teknologi tersebut juga tidak akan berfungsi jika pengemudi mengaktifkan lampu sein kiri atau kanan.
Soalnya ketika lampu sein menyala, maka komputer membaca bahwa pengemudi hendak berbelok atau menyusul mobil di depannya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu