Hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan serta sekutunya Amerika Serikat tengah memanas. Korut bersiap menghadapi peperangan dengan meluncurkan senjata nuklir.
Menanggapi situasi ini, produsen mobil asal Amerika Serikat, General Motors bersiap memindahkan basis produksi mereka dari Korea.
Hal itu diungkapkan CEO GM, Dan Akerson. Dengan situasi yang memburuk saat ini tentu akan mempengaruhi kegiatan industri otomotif GM di Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sesuatu yang akan terjadi di Korea, itu akan mempengaruhi seluruh industri, bukan hanya General Motors," ucapnya dilansir inautonews, Jumat (5/4/2013).
Di Korea Selatan, GM sendiri memiliki lima fasilitas produksi dan mampu memproduksi 145.000 kendaraan per tahun untuk pasar domestik dan 1,3 juta untuk ekspor.
Β "Kami berencana untuk menyelamatkan karyawan kami sebaik mungkin," tandas Akerson. "Kau harus mulai berpikir tentang di mana Anda memiliki kontinuitas pasokan dan keamanan aset Anda dan karyawan Anda," lanjutnya.
Seperti yang diberitakan jika Korut juga tengah bersitegang dengan negera tetangga Korea Selatan sebagai sekutu Amerika Serikat (AS).
Bahkan AS menerjunkan satu batalion pasukan khusus yang biasa menangani serangan nuklir, maupun senjata kimia dan biologi ke Korea Selatan (Korsel), dimana untuk mengantisipasi terhadap ancaman serangan nuklir yang berulang kali dilontarkan Korea Utara (Korut).












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?