Menjajal Performa Generasi Baru Mazda6

Ototes

Menjajal Performa Generasi Baru Mazda6

- detikOto
Kamis, 04 Apr 2013 17:50 WIB
Menjajal Performa Generasi Baru Mazda6
Denpasar -

1. Desain

Sebelum menyalakan mesinnya, mari kita bahas desain mobil ini terlebih dahulu. Sebab, seperti mobil-mobil Mazda lain, desain adalah salah satu kekuatan merek yang bermarkas di Hiroshima ini.

Terlebih, All New Mazda6 merupakan sedan terbaru Mazda yang mengadopsi penuh konsep β€˜KODO – Soul of Motion.’

Dilihat dari desainnya, Mazda6 memang enak dipandang. Garis desain yang tegas mengalir dari facia hingga ke buritan membuat mobil ini tampil sporty, namun tidak mengurangi sisi elegannya.

Lekuk tegas mobil ini juga mampu menciptakan aura yang berbeda karena bisa membuatnya terlihat berbeda tergantung pencahayaan yang ada. Dilihat sekilas, ini seperti bukan mobil Jepang pada umumnya.

Masuk ke dalam kabin, nuansa sporty makin kental terasa. Diliputi warna hitam yang dominan dengan layar infotaiment di konsol tengah, kabin Mazda6 cukup menyanangkan untuk dilihat.

2. Handling

Tidak perlu berlama-lama, mesin pun kami nyalakan dengan menekan tombol start-stop yang ada di balik kemudi di sebelah kiri, mesin pun menderu lembut. Posisi nyaman ketika duduk di jok pun bisa dicari dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Posisi tuas perseneling dipindahkan ke D dan mobil tertarik ke depan. Untuk urusan handling, menurut kami Mazda6 cukup menyenangkan dan cenderung driver-oriented. Bukan apa-apa, sedan mid-size ini tetap mudah dikendalikan meski diajak bermanuver di kecepatan sedang-tinggi.

Menjelajahi jalanan dari Denpasar menuju kawasan Candi Dasa terasa mudah meski jalurnya banyak terdapat kelokan.

Handling mumpuni ini makin membuat pengendara menjadi percaya diri sebab fitur keamanan aktif terus membimbing pengemudi. Bila si pengemudi keluar jalur garis jalan baik garis di pinggir maupun di tengah, fitur Lane Departure Warning System (LDWS) langsung memberi tanda agar pengendara kembali ke posisi semula.

Pun ketika ada kendaraan lain di belakang yang terlalu dekat atau berniat menyalip kita, Mazda6 juga akan memberi tahu pengendara lewat fitur Rear Vehicle Monitoring (RVM) System.

Karena itulah tidak mengherankan bila berbelok di kecepatan 80 km/jam menjadi tidak membuat nyali ciut. Apalagi, ketika hari menjelang malam dan kondisi jalan gelap, Adaptive Front-lighting System (AFS) memungkinkan pengemudi untuk melihat sekitar tikungan pada malam hari dengan memprediksi sudut tikungan dari input setir dan kecepatan lalu mengarahkan lampu ke arah sesuai dengan arah mobil.

Sementara fitur High Beam Control (HBC) System memungkinkan pengemudi melihat lebih jauh di malam hari dengan lampu jauh namun otomatis kembali ke lampu dekat saat berpapasan dengan mobil lain dan kembali ke lampu jauh setelah papasan selesai, jadi pengendara tidak perlu ribet lagi untuk selalu 'menjaga' tuas lampu jauh.

3. Performa

Seperti halnya handling, performa mobil ini juga sangat menyenangkan untuk pengendara. Ketika detikOto mencobanya di jalan by pass menuju Denpasar, mobil dapat melaju hingga 180 km/jam dengan tenang. Perpindahan gigi juga cukup lembut baik ketika menggunakan tuas perseneling ataupun paddle shift yang ada di balik kemudi.

Nafas mobil ini pun belum habis. Tapi karena pengetesan kami lakukan di jalan umum, keamanan sesama pengguna jalan tentu harus dipertimbangkan. Bila dites di sirkuit yang aman, kami perkirakan angka 200 km/jam dapat dengan mudah digapai Mazda6.

Kemampuan itu didapat berkat aplikasi mesin yang dirancang untuk kinerja maksimum yakni SKYACTIV-G 2.5L, 4-silinder Inline, DOHC, 16-katup.

Mesin yang menggunakan Direct Injection (DI) Technology tersebut diklaim mampu menghasilkan output hingga 187 PS di 5.700 rpm dengan torsi maksimal torsi di angka 250 Nm pada 3,250 rpm.

4. Efisiensi

Meski ini adalah sedan dengan performa yang lumayan, Mazda juga diperkuat dengan berbagai fitur yang mampu mengefisiensi bahan bakar.

Sebut saja fitur i-Stop yang bisa membuat mesin mati saat mobil berhenti di lampu merah, di tengah kemacetan dan dimana pun dengan tetap menginjak rem secara tegas. Namun, mesin akan hidup kembali saat pedal rem dilepas untuk jalan kembali. Mazda mengatakan kalau waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali mesin hanya 0,35 detik.

Ada pula fitur i-ELOOP yang merupakan teknologi regenerative braking yang menggunakan kapasitor sebagai penyimpan listrik sementara karena bisa terisi penuh dalam waktu beberapa detik saja.

Bagaimana sistem kerja fitur ini? Ternyata i-ELOOP akan mengisi kapasitor saat deselerasi baik mengerem, lepas gas atau turunan. Dalam beberapa detik kapasitor sudah bisa penuh dan bisa dilihat di MID.

Lalu, di saat akselerasi, kapasitor akan menggantikan fungsi alternator untuk memberikan listrik kepada komponen kelistrikan mobil seperti audio, lampu, AC, dll. Apabila terdapat surplus, maka listrik tersebut akan disalurkan untuk mengisi aki, sehingga alternator tidak perlu bekerja dan tidak membebani mesin.

Hal ini diklaim Mazda akan mengurangi penggunaan BBM karena beban mesin yang lebih ringan dan akan membuat seluruh tenaga mesin dapat disalurkan untuk berakselerasi.

Di Jepang, saat dites konsumsi BBM Mazda6 ini mencapai 15,6 km/liter, namun tentu saja untuk aktual konsumsinya tergantung pada banyak faktor termasuk lalu lintas, lingkungan dan gaya mengemudi.

Dengan gaya mengemudi detikOto yang urakan --menekan gas dengan spontan dan dalam serta kondisi jalanan yang banyak tanjakan dan macet--, detikOto masih mampu mencapai tingkat efisiensi 10,2 km/liter berdasarkan keterangan di MID mobil. Cukup lumayan untuk mobil bertransmisi otomatis 6-speed.

5. Fitur Safety

Untuk urusan safety features, Mazda6 generasi terbaru ini termasuk banjir fitur. Mobil ini memiliki fitur safety yang pasif seperti 6 airbag, Anti-lock Brake System (ABS) atau baja berkekuatan tinggi yang digunakan untuk membangunnya.

Selain itu, ada pula fitur Lane Departure Warning System (LDWS), Rear Vehicle Monitoring (RVM) System, Adaptive Front-lighting System (AFS), dan High Beam Control (HBC) yang sebelumnya sudah kita bahas.

Nah, selain fitur-fitur safety yang masuk dalam kelompok teknologi i-ACTIVSENSE tadi, Mazda6 generasi baru ini juga memiliki fitur keamanan lain yang mereka beri nama Smart City Brake Support (SCBS) System.

Fitur SCBS ini pada dasarnya mampu membuat rem mobil bekerja secara otomatis untuk menghindari atau mengurangi benturan dengan mobil di depan di kecepatan rendah. Hal ini cukup berguna bila kita berada didalam kemacetan atau sedang mengantri di lampu merah.

6. Kesimpulan

Untuk mereka yang haus pada sportifitas sebuah kendaraan namun tetap mau kendaraan yang elegan dan irit bahan bakar, All New Mazda6 sepertinya pantas untuk dilirik.

Sebab, mobil ini memang sudah lahir dikaruniai tampang yang tampan dengan performa dan handling yang menyenangkan. Nilai lebih juga pantas diberikan untuk fitur keamanannya.

Namun, bila benar mobil ini akan dilepas lebih mahal Rp 10 jutaan seperti yang diperkirakan banyak pihak, ini tentu cukup memberatkan. Terlebih, harga generasi sebelumnya saja sudah menyentuh angka Rp 486 juta. Angka itu saja sudah jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mid-size sedan asal Jepang lainnya, meski untuk fitur, Mazda6 memang unggul.

Plus

- Desain
- Handling
- Performa

Minus

- Harga (perkiraan)
- Jaringan penjualan dan servis
Halaman 2 dari 7
(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads