Product Planner PT Mazda Motor Indonesia, Bonar Pakpahan memaparkan kalau Mazda6 generasi terbaru ini memang didesain untuk memberikan rasa aman bagi para pengendaranya.
Sebab sedan yang baru akan resmi diperkenalkan pada 10 April 2013 ini merupakan sedan Mazda pertama yang menerapkan SKYACTIV Technology. Mulai dari mesin SKYACTIV-G, transmisi SKYACTIV-Drive, SKYACTIV-Body, serta SKYACTIV-Chassis. Semua faktor penting kendaraan itu dirancang dan dibuat dengan teliti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur-fitur itu digabungkan dalam sebuah tema besar berlabel i-ACTIVESENSE yang merupakan sebuah teknologi keamanan tingkat tinggi yang dirancang untuk mendukung proses berkendara secara aman.
Melalui dukungan i-ACTIVSENSE, All New Mazda6 memberikan kemudahan pengendara dengan cara memberi lebih banyak βmataβ untuk lebih awas dan siaga terhadap lingkungan sekitar dan dengan demikian secara proaktif dapat menghindari bahaya serta mencegah kecelakaan.
Apa saja yang ada di i-ACTIVESENSE? Mari kita bahas bersama.
Lane Departure Warning System (LDWS)
|
Mazda6
|
"Jadi, mobil ini bisa membaca garis marka jalan, dan bila si pengendara melenceng sedikit karena ngantuk, misalnya, maka mobil akan berbunyi dan memberiΒ peringatan," ujarnya.
Karena itulah, sistem ini sangat diperlukan untuk memperingati pengemudi mengantuk atau lengah dan menghindarkan mereka dari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Sistem ini akan bekerja saat lampu indikator LDWS menyala hijau, jika kuning berarti tidak bekerja karena kecepatan di bawah 60 km/jam atau kamera tidak mendeteksi marka jalan.
Rear Vehicle Monitoring (RVM) System
|
Foto: Syubhan-detikOto
|
Ketika fitur ini aktif, maka peringatan suara akan bunyi jika Anda menyalakan sein sementara ada mobil di belakang kanan atau kiri sesuai dengan arah sein Anda. Dengan begitu, mobil mencegah Anda pada potensi kecelakaan yang mungkin saja timbul.
Selain itu, mobil juga akan memberi lampu tanda peringatan berwarna oranye yang akan tampak pada spion kanan atau kiri bila mobil ini mendeteksi keberadaan mobil lain yang melaju mendekatinya.
Untuk bisa bekerja, mobil ini membutuhkan kecepatan 30 km per jam atau lebih tinggi.
Adaptive Front-lighting System (AFS)
|
Mazda6
|
Karena fitur ini membuat lampu mobil bisa mendeteksi adanya tikungan untuk kemudian mengarahkan lampunya sesuai dengan arah tikungan itu.
Dengan hal itu, pengemudi pun dimungkinkan untuk melihat sekitar tikungan pada malam hari dengan memprediksi sudut tikungan dari input setir dan kecepatan lalu mengarahkan lampu ke arah sesuai dengan arah mobil. Keamanan pun meningkat.
High Beam Control (HBC) System
|
Lampu
|
Bila jalanan lengang, maka mobil akan menjalankan lampu jauh sehingga pengemdi dalam melihat lebih jauh di malam hari.
Namun, otomatis kembali ke lampu dekat saat berpapasan dengan mobil lain dan kembali ke lampu jauh setelah papasan selesai.
Hal ini juga berlaku apabila terdapat kendaraan yang berada di depan Mazda6.
Selain itu, HBC hanya akan bekerja di lingkungan yang sangat gelap, posisi sakelar lampu di Auto dan high beam (dorong tuas ke depan).
Smart City Brake Support (SCBS) System
|
New Mazda6
|
Fitur ini diciptakan untuk menghindari dan atau mengurangi benturan dengan obyek kendaraan roda empat di depan mobil.
"Bekerja di kecepatan 4-30 km/jam," jelas Bonar.
detikOto pun sempat mengetes kebenaran penjelasan tersebut. Mazda6 yang merupakan sedan pertama yang menerapkan teknologi SKYACTIV detikOto kemudikan ke arahkan ke sebuah properti dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.
Mobil itu terus berjalan dan sengaja tidak direm secara manual. Dan hanya sekitar 40-50 cm dari mobil, rem tiba-tiba bekerja secara otomatis dan menghentikan mobil yang hendak menabrak.












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?