Pemerintah Indonesia nampaknya masih ragu-ragu untuk meluncurkan mobil murah ramah lingkungan atau LCGC di Indonesia. Buktinya sampai saat ini regulasi itu tidak kunjung diterbitkan oleh pemerintah. Seolah pemerintah tidak mempunyai nyali dalam mengeluarkan regulasi LCGC.
Beberapa waktu lalu tepatnya di akhir 2012, Menteri Perindustrian MS Hidayat pernah menyatakan kalau diibaratkan anak, LCGC ini merupakai bayai dari perindustrian dan sekarang sedang hamil tua dan tinggal menunggu kelahirannya saja. Tapi buktinya sampai detik ini regulasi itu masih ada di dalam "kandungan".
Menanggapi hal itu Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan mengatakan pihaknya sangat berharap regulasi mobil murah segera diterbitkan agar Agya bisa segera diluncurkan untuk konsumennya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu lamanya regulasi ini dilahirkan sampai-sampai konsumen Agya yang sudah memesan sejak akhir 2012 beralih ke mobil lain salah satunya Etios Valco yang harganya tidak jauh dengan Agya.
Sebab, Toyota itu sendiri tidak bisa meluncurkan dan menjual Agya kalau regulasi LCGC belum juga diterbitkan oleh pemerintah Indonesia.
Perkembangannya, regulasi ini tinggal ditantatangani oleh presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rencananya akan dirilis bulan Maret ini.
Toyota: Kanibal Agya & Yaris Pasti Ada
Jakarta - Toyota Astra Motor (TAM) kembali melengkapi produknya dengan menghadirkan Etios Valco untuk pasar otomotif Indonesia. Dengan dijual mulai Rp 135,5 juta hingga Rp 161,6 juta, maka Etios Valco diyakini dapat diterima oleh konsumennya di Tanah Air.
Disisi lain, selain Etios Valco, Toyota Indonesia juga memiliki kendaraan di kelas city car seperti Agya yang tak kunjung diluncurkan serta Yaris yang ditempatkan di city car teratas.
Dengan demikian apakah nantinya akan terjadi kanibal antara satu dengan yang lainnya?
Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan menuturkan tidak menutup kemungkinan kalau kanibalisasi diantara ketiga produk itu pasti ada. Tapi untuk persentasenya tidak akan terlalu besar.
"Perpindahan itu pasti ada, tapi tidak akan terlalu besar karena segmennya itu sendiri secara garis besar berbeda," ungkap Johnny.
Johnny menembahkan, untuk Agya itu sendiri berada disegmen city car kelas bawah, Etios Valco menengah dan Yaris itu sendiri dipaling teratas.
"Kalau dilihat dari perbedaan harga yang sedikit saya rasa itu tidak. Harganya berbeda antara Agya, Etios Valco dan Yaris," tandasnya.
Sementara itu, untuk urusan jualan TAM menargetkan 2.000 unit perbulannya untuk Etios Valco.
"Kita tidak boleh arogan menentukan target yang begitu besar, jadi targetnya 2.000 unit saja dulu, tapi kalau permintaannya tinggi baru kita akan tingkatkan lagi," tukas Johnny.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?