Mahalnya harga pelat nomor di Shanghai terjadi karena Pemerintah kota Shanghai hanya mengeluarkan 9.000 pelat nomor tiap bulan. Ini adalah salah satu bentuk pembatasan kendaraan baru. Karena, akan percuma bagi masyarakat membeli mobil bila tidak ada pelat nomor resminya.
Sebab, bila kedapatan menggunakan pelat palsu, kendaraan bisa disita negara dan si pemilik pun masih mungkin untuk dituntut hukuman lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Februari, pelat nomor termurah sudah mencapai angka 83.571 RMB atau sekitar Rp 130 jutaan. Angka itu naik dari 75.000 RMB atau setara Rp 116 jutaan.
"Saya setuju bahwa harga pelat nomor mobil terlalu mahal," kata ketua partai komunis Shanghai Han Zheng seperti detikOto kutip dari China Car Times, Jumat (8/3/2013).
Karena itu, Han Zheng berjanji untuk mengelola dana yang didapatkan dari pelelangan pelat nomor itu untuk kepentingan masyarakat banyak.
"Pendapatan yang diperoleh dari rakyat dan harus digunakan untuk melayani rakyat," kata Han.
Meski begitu, dia mengatakan kalau langkah pelelangan pelat nomor itu berguna untuk menata kota dan akan terasa di masa depan.
Namun, peningkatan harga pelat nomor pun diperkirakan akan terus terjadi. Selain karena peningkatan ekonomi masyarakat, di bulan Maret pihak yang berwenang hanya akan melepas 8.000 pelat nomor saja.
Dengan pembatasan ini, Shanghai berhasil mengendalikan populasi kendaraan bermotor yang ada di kota tersebut. Masyarakat pun menjadi lebih bijak membelanjakan uang mereka.
Bila ada yang ngotot ingin memiliki mobil, maka mobil itu akan mereka daftarkan di daerah luar Shanghai. Tapi sayangnya, mobil itu tetap tidak bisa dipakai di Shanghai pada jam-jam sibuk karena kota itu melarang mobil dengan pelat nomor dari luar Shanghai untuk masuk ke kota itu di jam-jam tertentu.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu