Rakyat Malaysia Tuntut Mobil Murah

Rakyat Malaysia Tuntut Mobil Murah

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 26 Feb 2013 18:11 WIB
Rakyat Malaysia Tuntut Mobil Murah
Suasana KL
Kuala Lumpur - Bila masyarakat perkotaan Indonesia masih berkutat dengan isu kemacetan, sekelompok orang di Malaysia malah menghimpun gerakan yang cukup unik yakni menuntut pemerintah agar menurunkan harga mobil disana.

Gerakan Pakatan Rakyat di Malaysia seperti dilansir Paultan bahkan telah merilis manifesto untuk pemilihan umum 2013 mendatang. Di dalamnya gerakan 'Turunkan Harga Kereta' yang sudah mereka lakukan sejak tahun lalu berlanjut.

Pakatan Rakyat dalam manifestonya berpendapat kalau rasio harga mobil di Malaysia bila dibandingkan dengan pendapatan rata-rata setiap rumah tangga yang ada disana adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal kurangnya fasilitas transportasi umum yang efektif membuat banyak orang tidak punya pilihan selain membeli mobil pribadi. Akibatnya, utang akibat membeli mobil menjadi beban keuangan utama yang dikeluarkan oleh setiap rumah tangga. Setiap bulan sebagian besar pendapatan masyarakat jadi digunakan untuk mencicil kredit mobil.

Untuk itu, Pakatan Rakyat pun merekomendasikan pemerintah Malaysia untuk merestrukturisasi kebijakan otomotif untuk mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan pendapatan.

Rekomendasi itu antara lain dengan menghapus bea cukai karena cukai mobil yang dikenakan di Malaysia saat ini dikatakan Pakatan Rakyat sudah berada di angka 70% yang membuat harga mobil jadi tinggi. Bea cukai untuk mobil seharusnya bisa diturunkan bertahap dalam lima tahun kedepan agar harga mobil bisa lebih kompetitif.

Selain itu, Pakatan Rakyat juga meminta liberalisasi industri otomotif Malaysia yang dianggap akan meningkatkan daya saing dan nilai tambah bagi masyarakat. Pakatan Rakyat percaya bahwa dengan industri otomotif yang benar-benar kompetitif, maka dengan sendirinya akan lahir mobil dengan harga RM 25.000 atau sektiar Rp 78,2 jutaan.

Kelompok ini juga ingin agar jalan tol dihapuskan. Karena mereka mengganggap pendapatan besar yang didapat dari bea masuk jalan tol lebih banyak masuk ke perusahaan operator jalan tol. Padahal bila tidak ada jalan tol maka paling tidak harga barang akan berkurang.

Selain itu, tingginya harga minyak saat ini membuat pendapatan pemerintah Malaysia dari sektor migas meningkat. Mereka ingin agar keuntungan dari pendapatan minyak itu dapat pula dirasakan rakyat, misalnya saja dengan digunakan untuk memberi subsidi agar harga bensin dan solar jadi lebih murah.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads