Berdasarkan data Toyota yang didapat detikOto, Rabu (20/2/2013) pada tahun lalu, total penjualan Toyota global mencapai 8.717.375 unit dengan penjualan di Jepang mencapai 1,692 juta unit.
Sementara pasar non Jepang terbesar berasal di Amerika yang mencapai 2,067 juta, , China 840.467 unit, Thailand 516.086 unit, Indonesia 405.414 unit, dan diikuti Arab Saudi 300.595 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2009, Toyota Indonesia berada di urutan ke-7, kemudian meningkat di 2011 menjadi urutan ke-4.
Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan, menyebutkan pencapaian yang dicatatkan Toyota Indonesia sepanjang tahun lalu akan membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan di tataran pasar otomotif global.
"Pencapaian gemilang sepanjang tahun lalu semakin bermakna karena posisi Indonesia dianggap semakin penting bagi Toyota global. Sehingga, Toyota Indonesia mendapatkan kepercayaan dari principal Toyota Motor Corporation. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk komitmen investasi hingga Rp 13 triliun dalam 5 tahun mendatang," kata Johnny.
Tahun lalu hampir semua segmen dikuasai Toyota. Total Toyota memimpin di 10 segmen kendaraan di Indonesia mulai dari Yaris di medium compact car, Fortuner di high SUV 4x2, Rush di medium SUV, Alphard di luxury MPV, Kijang Innova di medium MPV, Avanza di low MPV, Camry di medium sedan, Corolla di low sedan, Vios di entry sedan, dan Hi Ace di commercial van.
Toyota berhasil menembus penjualan di atas 400.000 unit, dengan market shares 36,3%. Pencapaian 2012 mencatatkan pertumbuhan 30,5% dibandingkan dengan 2011 sebanyak 310.674 unit.
Johnny mengatakan di masa yang akan datang, lanjutnya, Toyota Indonesia cukup optimistis untuk terus turut berkontribusi dalam peringkat teratas penjualan Toyota global.
"Pencapaian ini juga diraih berkat dukungan dan masukan dari pelanggan serta komunitas yang memacu Toyota selalu melakukan kaizen (perbaikan terus-menerus), demi memberikan hanya yang terbaik sesuai kebutuhan pelanggan," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini