Pertanyaan ini tergolong sederhana namun mendasar. Sebab, ketika terjadi kecelakaan terlebih bila ada yang terluka atau tewas, tentu harus diselidiki dengan detail apa penyebabnya dan apa salahnya serta siapa yang bertanggung jawab di depan hukum.
Karena di Amerika, sudah ada negara bagian seperti California, Nevada dan Florida yang memperbolehkan mobil yang bisa berjalan tanpa dikemudikan manusia beroperasi di jalan umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa rumit, sebab ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika mobil dengan autopilot kecelakaan, apakah perusahaan yang merancang teknologi itu? Para pemilik mobil, atau penumpang yang seharusnya memegang kendali? Para produsen mobil yang merakit mobil yang harus disalahkan?
"Kekhawatiran adalah bahwa seseorang membeli dan memodifikasi kendaraan mereka, dan mereka seharusnya bisa bertanggung jawab jika teknologi itu tidak bekerja," kata Jeff Dial seorang republikan seperti detikOto kutip dari Wall Street Journal.
Seperti diketahui saat ini banyak perusahaan yang sedang mempersiapkan mobil atau teknologi mobil yang mampu membuat mobil berjalan tanpa dikemudikan.
Perusahaan teknologi seperti Google atau produsen mobil seperti Volvo, Audi, Nissan atau Toyota juga sudah mengembangkan teknologi itu dan mengatakan kalau teknologi ini akan bisa mulai dipasarkan pada tahun 2020 mendatang.
Dan hingga kini, perdebatan tersebut terus terjadi dan harus terus diikuti oleh para pembuat kepentingan di berbagai negara.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi