"Tucuxi ini proyek pribadi, enggak ada urusannya dengan Kementerian BUMN," ujarnya di kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Dahlan menuturkan mobil itu dibelinya dengan kocek pribadi senilai Rp 3 miliar. "Ya enggak apa-apa, itu uang pribadi saya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kebijakan jadi tidak hanya satu menteri. Yang koordinasi kan bukan saya. Saya tidak mau jadi investor, saya mau jadi konsumen pertama. Jadi begini nanti kebijakannya, bahwa siapa pun silakan inisiatif kembangkan mobil listrik, nanti pada akhirnya dipilih yang mampu mewujudkan, dan mana yang paling baik, dan mana yang bisa bersaing, mana yang tidak," ujarnya.
Sebelumnya untuk mewujudkan mobil listrik Dahlan, mengumpulkan 5 pemuda yang disebutnya sebagai putera petir. 5 Pemuda itu adalah Dasep Ahmadi (pembuat Evina), Danet Suryatama (Tucuxi), Ravi Desai (angkot listrik), Ricky Elson (orang Indonesia yang selama ini tinggal di Jepang), dan Mario Rivaldi (sepeda motor listrik Betrix).
"Komitmennya adalah membuat mobil yang penemuannya itu, kemudian saya yang biayai. Semua sudah saya bayar, ini teknologi terserah dia, karena saya paham para ahli itu punya keinginan sendiri. Misalnya Dasep buat mobil hijau, dan Danet Tucuxi,. Tekologinya saya tidak menyatukan karena masing-masing punya keiningnan sendiri," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?