Dahlan menjelaskan, Tucuxi yang dibuat oleh Danet Suryatama tidak memiliki girboks, tenaga dari motor listrik langsung disalurkan gardan dan kemudian ke roda.
"Bersama mas Danet dari Widya Chandra (kediaman Dahlan) ke bandara, saya kemukakan apa saja kekurangan mobil ini. Ada 4 kekurangan untuk diperbaiki, kebetulan tim Mas Danet, Kupu-kupu Malam ada di Jakarta diperbaiki, setelah 2 hari saya coba di Senayan,sampai 2 jam, dan menurut pendapat saya masih ada yang perlu disempurnakan, karena perbaikan tersebut," terang Dahlan di Cafe Gallery, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan menuju Tawangmangu Dahlan mengagumi mobil itu, kemampuan menanjaknya top dan hebat, lebih hebat dari mobil biasa. "Sepanjang jalan saya mengagumi, betul bangga ada putra bangsa yang menciptakan mobil listrik yang mampu seperti itu," paparnya.
Medan jalanan kemudian menurun tajam, Dahlan mulai merasa ada keanehan. "Saya kaget disitu remnya spontan saya bilang kuat enggak nih, untuk mengendalikan, saya tidak boleh melepaskan kaki di rem, bau menyengat sekali entah terbakar atau panas, saya putuskan berhenti. Saya katakan bau menyengat tapi saya tidak punya pikiran apa-apa. Kaki saya capek harus menekan terus pedal yang begitu kuat dan lama," ujarnya.
Dahlan kemudian beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan masih di jalanan menurun.
"Saya harus menginjakkan kaki sekuat tenaga, lolos, tersisa pertanyaan, mengapa rem harus ditekan terus hingga kaki saya kehilangan tenaga. Di Ngerong, Plaosan, Nagetan landai, kalau tadi turun tajam bisa saya teruskan perjalanan, saya langsung ambil rem tangan tidak ada gunanya, saya harus membagi keputusan harus diapakan, saya lihat ada tebing, saya putuskan untuk menabrak dari pada menyakiti orang atau meninggal dunia, risiko saya ambil, saya tabrakan itu ke tebing, mobil sudah kehilangan power, nyenggol tiang listrik, ada mobil Panther. Di situ saya baru di-SMS oleh seorang bahwa mobil listrik yang tidak menggunakan girboks mnenjadi beban rem, tidak ada bantuan apa apa, bearti selama penurunan tadi tidak ada bantuan sama sekali dari sistem," ujarnya.
Justru dengan kecelakaan ini, Dahlan mengakui menemui kelemahan mobil listrik tanpa girboks. "Waktu dulu ada perbedaan pendapat ini, tapi isu penurunan tanjakan tidak menjadi isu, yang memakai girboks boros energi tidak hemat, saya baru mengetahui, tidak pakai girboks konsekuensinya seperti itu," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!