Mazda: Haram Bagi Biante Minum Bensin Bersubsidi

Mazda: Haram Bagi Biante Minum Bensin Bersubsidi

- detikOto
Senin, 17 Des 2012 16:34 WIB
Mazda: Haram Bagi Biante Minum Bensin Bersubsidi
Jakarta - Meski banyak mobil masih menggunakan bahan bakar premium, Mazda menegaskan kalau Multi Purpose Vehicle (MPV) anyar miliknya, Mazda Biante haram mengkonsumsi bahan bakar premium. Oktan minimal untuk mobil ini adalah 92.

Mobil anyar yang merupakan pesaing Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Nav1 dan Nissan Serana ini dikatakan haram mengkonsumsi bahan bakar bersubsidi karena oktan bahan bakar bersubsidi adalah 88, padahal Biante dirancang untuk minum Bahan Bakar Minyak oktan 92.

Bila meminum bahan bakar subsidi, ditakutkan mobil ini tidak akan maksimal mengeluarkan tenaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MPV Biante dirancang dengan bahan bakar oktan 92. Mesinnya semakin maksimal dengan bbm jenis ini," kata product Planner PT Mazda Motor Indonesia, Bonar Pakpahan di Bali, Senin (17/12/2012).

Mazda Biante sendiri menggunakan mesinberkapasitas 2.000 cc dengan 4 silinder, DOHC, 16 valve yang dilengkapi dengan dengan Sequential Valve Timing (SV-T) dan Electronic Throttle Control (ETC).

Mesin ini kemudian dikawinkan dengan Direct Injection Spark Ignition (DISI) yang pada akhirnya membuat mobil ini mampu melontarkan tenaga hingga 150 PS pada 6.200 rpm dengan torsi 190 Nm pada 4.500 rpm.

Indonesia Negara Kedua Setelah Jepang

Indonesia yang dimasuki Biante untuk bertarung dengan Toyoya Nav1 dan Nissan Serena sendiri tercatat tidak pernah dipasarkan selain di negeri Sakura, Jepang. Jadi bisa dibilang Indonesia menjadi negara satu-satunya diluar Jepang yang menerima Mazda Biante.

Di Jepang, Biante diperkuat dengan pilihan mesin 2.000 cc dan 2.300 cc. Khusus Jepang, MPV Biante dilengkapi dengan idle stop teknologi (i-Stop), sementara Biante di Indonesia tidak dilengkapi fitur ini. Selain itu aksesoris lainnya seperti pelek sudah disesuaikan dengan iklim jalanan Indonesia.

Kemewahan terdapat pada MPV Biante lewat sliding door untuk mengakses kursi kedua dan ketiga.

"Sebuah kehormatan buat kita, Biante diset sebagai JDM di Jepang dan dirancang tidak ekspor. Kita coba bilang bahwa pasar MPV bagus di RI. Dan mereka setuju," ucapnya.

"MPV Biante yang ini (di Indonesia) sudah disesuaikan spesifikasinya untuk Indonesia. Sudah 80 persen sudah sesuai iklim Indonesia dan itu dipenuhi," tutupnya.

(ikh/syu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads