Mitsubishi menurut Operating Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Daisuke Okamoto tertarik untuk ikut serta dalam program tersebut. Hanya saja, pihaknya masih menunggu regulasi itu lahir sebelum memutuskannya.
"Kami sangat tertarik, tapi kami mau tunggu dulu regulasi itu keluar. Itu kan yang akan jadi pijakan kita untuk membuat mobil," kata Okamoto di Denpasar, Bali.
Lebih lanjut Okamoto memaparkan kalau pada dasarnya Mitsubishi siap bila memang regulasinya sesuai dengan perkiraan mereka.
"Kalau aturan sudah keluar, kita akan bicarakan dan melihat produk apa yang kira-kira cocok untuk program ini sesuai aturan yang keluar itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regulasi itu sendiri akan berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) yang rancangannya sudah dibahas lintas kementerian untuk selanjutnya diserahkan kepada Presiden SBY.
Pada program itu, para produsen yang ikut serta akan mendapatkan beberapa insentif dari pemerintah asalkan bisa menyediakan mobil murah yang irit dan ramah ligkungan serta memuat sekian persen komponen lokal. Kapasitas untuk mobil murah itu antara 1.000-1.200 unit.
Selain LCGC, PP itu akan mengatur pula mobil murah untuk petani yang akan diproduksi oleh merek-merek lokal serta pengembangan mobil listrik dan hybrid.
Sampai saat ini, produsen mobil Daihatsu dan Toyota diketahui sudah siap untuk ikut serta dalam program ini lewat Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Sementara produsen mobil lain seperti Suzuki dan Nissan, masih sedang dalam tahap persiapan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas