Penjualan Mobil Tahun Depan 1,2 Juta Unit

Penjualan Mobil Tahun Depan 1,2 Juta Unit

- detikOto
Senin, 10 Des 2012 07:24 WIB
Penjualan Mobil Tahun Depan 1,2 Juta Unit
Ilustrasi (detikOto)
Denpasar - Meski banyak isu negatif menerpa industri otomotif mulai dari masalah pembatasan kendaraan hingga kenaikan ambang batas uang muka kredit, pasar mobil Indonesia diperkirakan masih akan mampu melepas 1,1 juta unit tahun ini.

Di tahun depan pun, kecil kemungkinan pasar mobil Indonesia akan turun meski diterpa berbagai sentimen negatif.

Operating Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Daisuke Okamoto menjelaskan kalau masalah-masalah itu mungkin akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan. Tapi dengan semakin dewasanya pasar mobil Indonesia, hal itu dipercaya tidak akan berpengaruh banyak.

"2013 mungkin akan melambat. Tapi tahun selanjutnya akan kembali meningkat. Tapi saya yakin angka penjualan tahun depan tidak akan dibawah tahun ini," jelasnya di Denpasar, Bali, Minggu (9/12/2012).

"Tahun ini kan pasar mobil Indonesia bisa sampai 1,1 juta unit. Tahun depan kalau memang hambatannya berpengaruh, pasar mungkin akan tetap di 1,1 juta. Tapi masih ada kesempatan untuk berkembang, mungkin optimisnya bisa sampai 1,2 juta unit," lugasnya.

Penjualan mobil di Indonesia sejak Januari sampai November sendiri sudah menyentuh level tertinggi yakni di angka 1 juta unit atau tepatnya 1.026.602 unit untuk penjualan wholesales. Ini pertama kalinya Indonesia mencetak angka penjualan mobil sebanyak itu.

Sementara untuk penjualan retail, 11 bulan di 2012 tercatat telah mencapai angka 996.361 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Mitsubishi menurut Okamoto memiliki target penjualan di angka 140 ribu unit. Dan bila melihat data penjualan hingga November, besar kemungkinan target Mitsubishi itu akan tercapai.

Sebab, hingga bulan November lalu, sudah ada 138.778 unit yang terdistribusi.

"Target kita masih tetap 140 ribu unit untuk tahun ini. Kemungkinan bisa tercapai. Kalau tahun depan saya belum bisa bicara," ujarnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads