Peugeot & Citroen Siap Kembali ke Iran

Peugeot & Citroen Siap Kembali ke Iran

- detikOto
Kamis, 06 Des 2012 21:03 WIB
Peugeot & Citroen Siap Kembali ke Iran
Teheran - Setelah pabrikan mobil internasional beramai-ramai meninggalkan Iran akibat sanksi internasional terhadap negara tersebut, nafas segar akhirnya datang. Peugeot dan Citroen siap kembali ke negeri tersebut.

Dengan datangnya berita tersebut, Iran sepertinya harus bergantung pada Peugeot dan Citroen untuk mengembalikan kepercayaan industri otomotif internasional terhadap negara tersebut.

Sebab setelah para pemain penting di dunia otomotif seperti Toyota, GM, Fiat, Hyundai dan PSA Peugeot Citroen meninggalkan negara itu akibat diberlakukannya sanksi terhadap Iran, industri otomotif di negeri para mullah itu telah mengalami banyak kesulitan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada bulan September lalu produksi otomotif di Iran bahkan sampai turun 66 persen dibanding bulan yang sama tahun 2011. Sementara pada semester pertama tahun fiskal ini, produksi mobil telah turun hingga 42 persen.

Iran Khodro yang merupakan produsen mobil utama Iran dan pasangan Peugeot di Iran sejak tahun 1989, harus meningkatkan biaya produksi sebesar 10% pada bulan Oktober karena banyak bahan baku yang harus diimpor. Mereka bahkan harus menutup beberapa pabriknya di negeri itu seraya Saypa, sebuah perusahaan importir mobil yang membuat harga mobil naik sebesar 18%.

Menurut asosiasi mobil setempat, pada semester pertama di tahun kalender ini, harga mobil rata-rata tercatat sudah naik hingga 35 persen.

Langkah yang dibuat Peugeot meski baru diumumkan oleh Komite Industri Iran namun belum dikonfirmasi oleh sang produsen menurut In auto news merupakan langkah terpaksa yang dilakukan oleh produsen mobil Prancis tersebut.

Sebab, Peugeot dan Citroen tidak lagi bisa mengharapkan penjualan mobil di Eropa yang ekonominya tengah krisis. Group otomotif terbesar di Prancis ini bahkan sempat meminta bantuan pemerih Prancis.

Hal inilah yang sangat mungkin memaksa produsen mobil tersebut untuk membuat langkah ini, seraya mempertimbangkan bahwa Iran adalah pasar mobil yang cukup besar.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads