Langkah ini diambil Ford setelah sebelumnya menganjurkan para pemilik Ford Escape untuk tidak lagi menggunakan mobil mereka karena masalah tersebut.
Ford Escape yang ditarik adalah model Ford model tahun 2013 (dirilis ke pasaran tahun 2012) dengan mesin EcoBoost dengan empat silinder berkapasitas 1.600 cc. Mobil yang kena recall itu adalah mobil yang dipasarkan di Amerika dan Kanada.
Ada 65.000 Escape yang terdapat di Amerika dan lebih dari 8.000 Escape di Kanada yang terkena dampaknya. Sementara itu, Escape dengan mesin 2.0 liter dan 2.5 liter tidak terpengaruh.
Selain Escape, Ford Fusion juga terkena recall karena memiliki mesin yang sama. 15.000 Fusion di Amerika dan 800 Fusion di Kanada akan ditarik karena masalah ini.
Juru bicara Ford, Said Deep mengatakan kepada New York Times kalau penarikan ini dilakukan Ford karena adanya laporan 13 mobil yang mengalami kebakaran meski tidak ada korban luka akibat kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan dalam catatan, ini bukan pertama kalinya mobil bermesin EcoBoost 1.6 liter yang telah diketahui memiliki masalah dengan bocor cairan dan kebakaran. Pada bulan September, Ford juga menarik sekitar 6.100 Escape model tahun 2013 karena adanya kebocoran cairan pendingin dapat menyebabkan kebakaran.
Di bulan Juli, Ford Escape model tahun 2013 juga terpaksa harus ditarik karena alasan masalah pada rem dari 8.266 unit Ford Escape. Rem pada mobil-mobil tersebut berpotensi tidak bisa bekerja dengan optimal. Al hasil potensi kecelakaan pun membesar.
Di bulan yang sama, 11.500 Ford Escape model tahun 2013 bermesin sama juga ditarik karena saluran bahan bakar yang mudah bocor. Kejadian inilah yang membuat Ford mengumumkan pada para pemiliknya untuk tidak dulu menggunakan mobil mereka selama penyelidikan berlangsung.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta