"Kena dong, pasti cost-nya naik," ungkap Johnny saat ditemui selepas acara groundbreaking pabrik ketiga Denso di Kawasan Industri Cikarang, Jumat (30/11/12).
Dengan begitu, apakah harga mobil pun akan ikut naik? Johnny enggan berspekulasi. Menurutnya, harga mobil ditentukan oleh pasar. Produsen tak bisa secara tiba-tiba menaikkan harga, karena memperhatikan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny memprediksi penjualan otomotif tahun depan, khususnya kendaraan roda empat akan tertekan. Penyebab utama karena konomi global yang tak kunjung usai. Ini tentu akan berpengaruh pada permintaan pasar.
"Karena dalam tiga bulan ini penjualan mobil agak susah. Sedangkan tahun depan akan tergantung banyak hal, karena ekonomi lagi rada-rada susah," jelasnya.
Meski diselimuti kekhawatiran, ia masih optimistis penjualan mobil di tanah air akan tembus melampaui angka 1 juta unit. Karena mengacu data penjualan hingga akhir bulan Oktober, total penjualan mobil nasional sudah mencapai 900 ribu unit.
"Karena sampai bulan lalu 900 ribu lebih, nggak mungkin kalau nggak pecah sampai satu juta. Karena itu saya jamin 1 juta lebih 1,05 juta," katanya.
Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi mengungkapkan penjualan kendaraan roda empat rata-rata setiap tahunnya tumbuh 15%.
(hen/syu)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu