Upah Buruh Pengaruhi Industri Otomotif

Upah Buruh Pengaruhi Industri Otomotif

- detikOto
Jumat, 30 Nov 2012 18:09 WIB
Upah Buruh Pengaruhi Industri Otomotif
Jakarta - Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan, mengakui, penetapan upah minimum provinsi tahun 2013 akan berpengaruh kepada industri otomotif, khususnya terjadi kenaikan ongkos produksi perusahaan.

"Kena dong, pasti cost-nya naik," ungkap Johnny saat ditemui selepas acara groundbreaking pabrik ketiga Denso di Kawasan Industri Cikarang, Jumat (30/11/12).

Dengan begitu, apakah harga mobil pun akan ikut naik? Johnny enggan berspekulasi. Menurutnya, harga mobil ditentukan oleh pasar. Produsen tak bisa secara tiba-tiba menaikkan harga, karena memperhatikan daya beli masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang nentuin harga itu customer. Sekarang kita bisa paksakan naik 10%, kalau customer-nya nggak mau beli, volume berkurang, siapa yang mau tanggung jawab. Karyawan juga di-PHK kan," tegas pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Toyota Astra Motor ini.

Johnny memprediksi penjualan otomotif tahun depan, khususnya kendaraan roda empat akan tertekan. Penyebab utama karena konomi global yang tak kunjung usai. Ini tentu akan berpengaruh pada permintaan pasar.

"Karena dalam tiga bulan ini penjualan mobil agak susah. Sedangkan tahun depan akan tergantung banyak hal, karena ekonomi lagi rada-rada susah," jelasnya.

Meski diselimuti kekhawatiran, ia masih optimistis penjualan mobil di tanah air akan tembus melampaui angka 1 juta unit. Karena mengacu data penjualan hingga akhir bulan Oktober, total penjualan mobil nasional sudah mencapai 900 ribu unit.

"Karena sampai bulan lalu 900 ribu lebih, nggak mungkin kalau nggak pecah sampai satu juta. Karena itu saya jamin 1 juta lebih 1,05 juta," katanya.

Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi mengungkapkan penjualan kendaraan roda empat rata-rata setiap tahunnya tumbuh 15%.


(hen/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads