Dilansir The Age, tidak satupun dari 90 pengemudi yang disurvei akan berhenti beristirahat ketika mereka mulai lelah nyetir.
Ann Williamson dari Transport and Road Safety menuturkan pengemudi yang lelah sebenarnya sama bahanya dengan pengemudi yang mabuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika pengemudi memutuskan untuk menyetir saat tubuh lelah, itu sangat tidak nyaman. Saya pikir kita memerlukan sanksi yang lebih tegas lagi untuk mencegah pengemudi kelelahan. Sederhana saja, karena kita tidak memiliki cara lain untuk mengatasinya," ujarnya.
Dalam melakukan survei, Williamson mengetes sekitar 90 orang. Mereka diminta untuk tidur maksimal 5 jam sebelum mengemudi . Kemudian mereka mengemudi selama 2 jam di simulator mengendara, kemudian pergerakan mata mereka direkam setiap saat.
Jika mereka merasa lelah, mereka diminta memijit tombol sebagai tanda mereka ingin istirahat. Hasilnya, tidak ada satupun dari mereka yang berhenti menyetir.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?