Kelelahan Saat Nyetir Lebih Fatal daripada Mabuk

Kelelahan Saat Nyetir Lebih Fatal daripada Mabuk

Muhammad Ikhsan - detikOto
Selasa, 27 Nov 2012 12:21 WIB
Kelelahan Saat Nyetir Lebih Fatal daripada Mabuk
dok roadsafety.co.za
Sydney - Jika Anda menganggap pengemudi mabuk merupakan pembunuh paling banyak di jalanan, pikirkan lagi. Riset terbaru menunjukkan pengemudi yang mengalami kelelahan memiliki risiko lebih besar.

Dilansir The Age, tidak satupun dari 90 pengemudi yang disurvei akan berhenti beristirahat ketika mereka mulai lelah nyetir.

Ann Williamson dari Transport and Road Safety menuturkan pengemudi yang lelah sebenarnya sama bahanya dengan pengemudi yang mabuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Roads and Maritime Services menemukan di Australia setidaknya ada 3.329 insiden kecelakaan karena kelelahan. ANgka ini hampir dua kali lipat dibandingkan kecelakaan karena alkohol.

"Ketika pengemudi memutuskan untuk menyetir saat tubuh lelah, itu sangat tidak nyaman. Saya pikir kita memerlukan sanksi yang lebih tegas lagi untuk mencegah pengemudi kelelahan. Sederhana saja, karena kita tidak memiliki cara lain untuk mengatasinya," ujarnya.

Dalam melakukan survei, Williamson mengetes sekitar 90 orang. Mereka diminta untuk tidur maksimal 5 jam sebelum mengemudi . Kemudian mereka mengemudi selama 2 jam di simulator mengendara, kemudian pergerakan mata mereka direkam setiap saat.

Jika mereka merasa lelah, mereka diminta memijit tombol sebagai tanda mereka ingin istirahat. Hasilnya, tidak ada satupun dari mereka yang berhenti menyetir.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads