Pembatasan Dilakukan, Penjualan Mobil Tetap Tinggi

Pembatasan Dilakukan, Penjualan Mobil Tetap Tinggi

Syubhan Akib - detikOto
Sabtu, 24 Nov 2012 10:04 WIB
Pembatasan Dilakukan, Penjualan Mobil Tetap Tinggi
Semarang - Meski wacana pembatasan kendaraan terus digulirkan, penjualan mobil di Indonesia diprediksi akan tetap meningkat.

Desakan untuk membatasi penjualan kendaraan untuk menghalau macet. Namun disamping itu, meningkatnya ekonomi Indonesia juga mendorong naik penjualan mobil.

Untuk menghalau populasi mobil, terutama di kota besar seperti Jakarta, segala cara pun disiapkan. Mulai dari pajak tinggi, rencana penerapan ERP (electronic road pricing) hingga rencana meningkatkan tarif parkir pun disiapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi belum ada efeknya terhadap penjualan," lugas Managing Director Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto.

Untuk tarif parkir yang kini sedang hangat dibicarakan, Bagus menjelaskan kalau di kota-kota lain di seluruh dunia, tarif parkir memang sudah tinggi. Tapi penjualan mobil tetap tinggi.

"Di Beijing dan Shanghai saja tarif parkirnya lebih tinggi. Tapi jualan mobil tetap jalan. Masa hanya gara-gara beda berapa ribu pemilik mobil sampai tidak mau parkir di parkiran resmi lalu parkir ke pinggir jalan," imbuhnya.

"Jadi belum pengaruh," tandasnya.

Penjualan mobil di Indonesia sendiri tahun lalu mencapai 890 ribu unit. Dan meski dihantam berbagai isu negatif hingga diterapkannya ambang batas uang muka yang tinggi bagi kredit kendaraan, penjualan mobil di Indonesia di prediksi tetap akan tumbuh.

Tahun ini, penjualan mobil diprediksi akan menembus angka 1 juta unit dan mencetak sejarah dan rekor penjualan mobil di Indonesia.

(syu/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads