Mobil premium seperti Jaguar, BMW, Mercy, Audi, Lexus, berlalu lalang dengan kondisi penuh debu, seolah mereka baru saja melewati gurun pasir ratusan kilometer. Tak peduli pengemudinya cantik, ganteng atau membawa satu keluarga. Saking tebalnya debu, tak jarang tulisan merek dan tipe mobil tidak terlihat. Termasuk nopolnya. Hanya sedikit kendaraan yang tampak kinclong memperlihatkan kharisma si mobil.
Situasi tersebut tentu berbeda dengan di negara kita. Mobil mewah selalu dijaga agar tetap berkilau, satu titik debu pun tak diperbolehkan nempel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru saja dibersihkan, dua hari kemudian pasti sudah kotor lagi," begitu seorang diplomat di KBRI Moskow, Baskara.
Alhasil, daripada sering-sering memandikan mobil di gerai car wash, ya mendingan dibiarkan saja dalam periode tertentu, toh tak lama setelah dibersihkan mobil berdebu lagi.
Debu yang dibawa angin memang masalah tersendiri di Moskow. Untuk membersihkan debu, pemerintah Moskow bisa sampai empat kali membersihkan jalanan dengan truk khusus. Truk itu akan menyiramkan air lalu menyikat jalan dengan alat otomatis sehingga jalanan bersih senantiasa.
Harry, WNI yang telah 14 tahun menetap di Moskow menceritakan, ketika tahun-tahun awal dia tinggal di kota kelima terbesar di Eropa itu, Moskow belum semakmur sekarang. Jalanan masih dipenuhi mobil lokal. Tapi sekitar 2002, kondisi berbalik. Rusia jadi raksasa ekonomi yang tahan krisis. Mobil elite dari luar negeri pun meluber.
"Orang Rusia sekarang kaya-kaya dan mereka ingin menikmati kekayaan itu dengan mobil-mobil mewah," katanya. Gonta-ganti mobil mahal bak membalik telapak tangan saja. Mobil yang baru diiklankan semalam, esok harinya sudah ada yang pakai di jalanan. Tapi ya itu, kemewahan kendaraan itu sering tertutupi oleh debu tebal.
Mobil kotor karena tertutup debu menjadi concern polisi lalu lintas setempat. Karena itu sejak beberapa tahun lalu polisi tak segan menilang mobil kotor, yang warna aslinya kadang tak tampak atau malah nopolnya tak terlihat.
"Agar tak ditilang kadang orang sini membersihkan pelat nopolnya saja," kata Baskara. Trik semacam itu memang banyak terlihat di jalanan. Jadi hanya bagian pelat nopol saja yang kinclong, sedang body mobil berdebu.
Aturan tilang bagi mobil kotor itu tak sedikit memicu protes. BBC pernah melansir, ada warga yang menuding sanksi bagi mobil kotor itu cuma akal-akalan polantas biar bisa menilang saja, yang kadang ujung-ujungnya sogokan. Lagipula, seberapa kotor mobil bisa masuk kategori kotor?
Harian Izvestiya lewat websitenya pernah mengadakan survei kepada pembacanya tentang kualifikasi mobil kotor itu. Sebanyak 46 persen setuju mobil itu kotor bila pelat nopol tidak terbaca. Sebanyak 23 persen memilih mobil disebut kotor bila ada tulisan "cuci saya" yang terbaca di mobil itu. Sebanyak 22 persen memilih bila warna asli mobil tidak bisa dipastikan. Sedangkan 9 persen responden bersikeras mobil baru dibilang kotor bila pengemudinya tidak terlihat.
Sejumlah situs panduan bagi turis yang hendak merental mobil, sering mengingatkan soal aturan mobil kotor tersebut. Sementara, sejumlah web menyebut tilang mobil kotor itu sebagai salah satu aturan teraneh di dunia.
(nrl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer