Tak ada pejabat pusat yang hadir. Hadirin yang datang juga hanya didominasi siswa-siswi SMK yang dikerahkan untuk meramaikan sesi pembukaan.
Pembukaan pameran dan peluncuran perdana SUV Esemka Rajawali dan Pick Up Esemka Bima tersebut hanya dilakukan dengan membuka selubung merah yang menutupi mobil Esemka Rajawali dan Esemka Bima.
Disusul kemudian dengan pemotongan tumpeng oleh Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, selanjutnya dilakukan test drive oleh Walikota Surakarta dan Muspida setempat.
Dalam pidato pembukaannya, FX Hadi Rudyatmo mengatakan melalui perjuangan panjang, saat ini Esemka type Rajawali dan Bima sudah dinyatakan lolos uji emisi dan mendapatkan sertifikat uji type sehingga bisa diproduksi massal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan selanjutnya PT Solo Manufaktu Kreasi (SMK) akan segera memulai produksi massal kedua mobil yang telah memenuhi syarat dan ijin produksi tersebut. Namun tidak dijelaskan kapan dimulai produksi maupun berapa jumlah produksi awalnya.
Sebagian besar hadirin yang datang pada acara pembukaan pameran adalah siswa-siswi SMK di Solo yang dikerahkan untuk datang. Hiburan seni juga dilakukan oleh siswa-siswi SMKN 8 Surakarta. Khusus untuk hiburan musik dilakukan di atas stagebus garapan murid-murid SMK Muhammadiyah Magelang.
Tidak ada pejabat pusat yang hadir di kursi undangan. Demikian pula mantan Walikota Surakarta, Joko Widodo yang pernah dijadikan brand ambassador untuk Esemka, tidak terlihat hadir.
Para murid SMK maupun para guru dari sekolah, segera bubar dan memilih pulang setelah acara pemukaan. Hanya sedikit yang tetap bertahan di areal Solo Techopark ketika acara pembukaan selesai, itupun mereka memilih berbincang di seputar lokasi parkir motor mereka. Ada juga yang memilih berjoget di depan panggung musik.
Kondisi ini sangat kontras dengan semangat mereka ketika memperjuangkan eksistensi Esemka dulu. Awal tahun lalu, dengan penuh kemeriahan dan gegap gempita, Esemka diarak secara besar-besaran ketika dikirim ke Jakarta untuk uji emisi. Demikian pula saat kembali ke Solo, penyambutan besar-besaran juga dilakukan.
Esemka memang muncul mengemuka sebagai fenomena yang saat itu disambut semua pihak yan sedang merindukan semangat kemandirian. Memanfatkan mobil-mobil buatan anak-anak SMK yang merupakan program Kemendiknas, Pemkot Surakarta pada tahun 2011 mampu mencuri perhatian nasional dengan semangat untuk memproduksi dan menggunakan mobil rakitan anak sekolah itu.
Tidak dari 30 unit mobil Esemka karya anak SMK berbagai daerah di tanah air itu diparkir di halaman Solo Technopark untuk dipertontonkan hingga 13 November mendatang. Semoga masih bisa menggugah ingatan tentang kesadaran untuk mandiri. Semoga semangat itu masih ada, atau setidaknya masih tersisa. Semoga fenomena Esemka terus bergelora dalam semangat banga dan tidak hanya menjadi batu loncatan para penggagasnya.
(mbr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi